Breaking News:

Ganja Dihapus dari Daftar Obat Terlarang dan Berbahaya, PBB Perbolehkan Pakai Untuk Keperluan Medis

Perserikatan Bangsa-Bangsa merestui rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghapus ganja dari daftar obat terlarang dan berbahaya.

instagram @ign_minang
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco pada tahun 2007 menyatakan bahwa sebuah zat bernama cannabidiol dalam ganja dapat menghentikan kanker. Terbaru bisa cegah virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa merestui rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghapus ganja dari daftar obat terlarang dan berbahaya.

Ganja kini dihapus dari daftar obat terlarang dan berbahaya karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan meratifikasinya untuk keperluan medis.

Dilansir dari New York Times, ini sesuai hasil voting yang dilakukan oleh Komisi Obat Narkotika (CND) yang beranggotakan 53 negara.

Sebanyak 27 negara Eropa dan Amerika setuju.

Sementara 25 negara lain, termasuk China, Pakistan, dan Rusia, menentang.

Baca juga: Perusahaan Ganja Dan Bilzerian Rugi Besar, Disebut Akibat Pamer Hidup Mewah di Instagram

Keputusan ini mengejutkan setelah 59 tahun ganja disandingkan dengan opium sebagai barang 'haram'.

Keputusan ini diharapkan akan mendorong penelitian ilmiah tambahan mengenai khasiat tanaman ganja.

Meski demikian, menurut para analis, keputusan ini tak serta merta membuat ganja legal di banyak negara.

Hal itu tergantung yuridiksi masing-masing.

"Hal seperti ini tidak berarti bahwa legalisasi akan terjadi di seluruh dunia," kata direktur pelaksana di perusahaan konsultan ganja Global C, Jessica Steinberg, dikutip Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Kementerian Pertanian Dinilai Tidak Berwenang Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat

"(Namun), Ini bisa menjadi momen yang menentukan."

Saat ini hanya beberapa negara saja yang melegalkan ganja untuk keperluan medis dan rekreasi. Belanda misalnya,mengijinkan penggunaan ganja secara luas untuk tujuan rekreasi dan dijual secara terbuka di sebuah tempat yang dinamakan Coffee Shop.

Tanaman obat

Di Indonesia, polemik tentang gaja sebagai tanaman obat sempat mencuat setelah Kementerian Pertanian ( Kementan) menetapkan tanaman ganja sebagai salah satu tanaman obat komoditas binaan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved