Breaking News:

Virus Corona

Kota Bandung Masuk Zona Merah, Ridwan Kamil Beri Peringatan Warga Tak Liburan ke 6 Daerah Ini

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi peringatan agar warga tidak liburan ke Bandung karena masuk kategori zona merah

Editor: Dian Anditya Mutiara
instagram@ridwankamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil umumkan 6 wilayah di Jawa Barat masuk zona merah covid dan dianjurkan tak usah pergi ke daerah itu 

WARTAKOTALIVE.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi peringatan agar warga tidak liburan ke Bandung karena masuk kategori zona merah. 

Mengingat cuti bersama akan tiba pada akhir Desember, untuk antisipasi bertambahnya kasus Covid sebaiknya tidak pergi dulu ke Bandung

Menurut data level kewaspadaan Covid-19 di Jawa Barat ada enam daerah masuk zona merah.

Zona merah berarti memiliki tingkat risiko penyebaran virus corona yang tinggi.

Selain itu, jumlah pasien di daerah tersebut tergolong tinggi.

Baca juga: Kota Depok Dapat Bantuan Pemerintah Pusat 1,2 Triliun, Ridwan Kamil Minta Fokus Tingkatkan 3 Hal Ini

Adapun 6 daerah zona merah di Jawa Barat yaitu Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Banjar.

Lalu, 19 daerah di Jabar berstatus zona oranye, atau tingkat risiko sedang. Hanya Kabupaten Cianjur dan Pangandaran yang berstatus zona kuning.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian jauh dan tidak berwisata ke daerah yang berstatus zona merah seperti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

“Sudah saya umumkan kemarin, pertama kalinya Kota Bandung jadi zona merah, sehingga saya mengimbau minggu ini para wisatawan menahan diri dulu untuk tidak ke Bandung Raya, karena zonanya lagi merah. Sedang proses pengendalian lebih baik lagi,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam siaran pers yang diterima media, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Jangan Berpergian Jauh Dulu dan Hindari Kerumunan

Banyaknya daerah yang masuk kategori berisiko tinggi disebabkan adanya peningkatan kasus yang dipicu kegiatan masyarakat pada libur panjang akhir Oktober 2020.

Emil mengimbau masyarakat Jabar untuk menahan diri dan menghindari kerumunan.

“Cerita dari libur panjang itu menunjukkan ada peningkatan (kasus Covid-19). Oleh karena itu, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, saya kira kita menahan diri dulu, tidak berpergian terlalu jauh, kemudian tidak berkerumun,” ucap Emil.

Emil pun melaporkan, tingkat keterisian ruang isolasi rumah sakit rujukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) sudah lebih dari ambang batas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen.

“Keterisian di Depok ada rata-rata di 80 persen. Ini juga mewakili rata-rata se-Jawa Barat, khususnya yang Bodebek dan Bandung Raya. Tapi, kalau di luar itu relatif masih di bawah 60 persen. Di Bodebek dan Bandung Raya sudah terjadi peningkatan,” kata dia.  

Kabar baiknya, menurut Emil, tidak ada daerah di kawasan Bodebek yang berstatus zona merah untuk kali pertama.

“Bodebek minggu ini pertama kalinya semuanya tidak ada zona merah. Biasanya bergantian, Depok enggak, tapi Bekasi. Sekarang semuanya tidak,” ucap Emil.

Emil juga melaporkan, berdasarkan data per 29 November 2020, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar mencapai 85,65 persen.

Angka tersebut melebihi rata-rata tingkat kesembuhan nasional, yakni 83,40 persen.

Kemudian, tingkat kematian pasien Covid-19 pun terus menurun.

“Kemudian tingkat kematian kita konsisten paling rendah, provinsi lain ribuan, tapi kita hanya 900 dari 51.000 total kasus, atau sekitar 1,7 persen," kata Emil.

Penyebab Bandung Zona Merah 

Ilustrasi -- zona merah di Kota Bandung

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Jawa Barat, Ema Sumarna menyebut, penyebab lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya adalah mobilitas masyarakat yang tinggi pada libur panjang akhir Oktober 2020 lalu.

"Kemarin ada libur panjang, dan tidak terasa saat itu juga, sekarang imbasnya," kata Ema di Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari Antara, Selasa (1/12/2020).

Menurut Ema, saat ini ada 759 orang yang masih terkonfirmasi Covid-19 secara aktif di Kota Bandung.

Hal itu menyebabkan tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 di Kota Bandung nyaris terisi penuh.

Seiring dengan adanya lonjakan kasus itu, Kota Bandung juga kini dinyatakan sebagai zona merah Covid-19.

Penetapan Kota Bandung zona merah itu berdasarkan evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski begitu, menurut Ema, pihaknya tidak bisa melarang orang berlibur, sehingga langkah yang dilakukan sejauh ini adalah mengetatkan penerapan protokol kesehatan di perhotelan maupun di tempat wisata dan hiburan.

TONTON JUGA 

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak (3M).

Kemudian, pihaknya sekarang bakal langsung melakukan penindakan apabila ada protokol kesehatan yang dilanggar.

Menurut dia, sanksi pelanggaran tersebut juga sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota.

"Sekarang kita tidak akan preventif, langsung tindak saja. Memang itu sudah berjalan, tapi harus dimaksimalkan," kata dia.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, sejauh ini total kasus sebanyak 3.560.

Dari jumlah tersebut, 2.688 orang sudah dinyatakan sembuh; dan 113 orang dinyatakan meninggal dunia dalam status terkonfirmasi Covid-19.

Lalu, 759 orang masih terkonfirmasi Covid-19 aktif dan belum dinyatakan sembuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Daerah di Jabar Zona Merah, Ridwan Kamil Imbau Warga Tak Liburan",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved