Breaking News:

Kriminalitas

Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sampai Anaknya Trauma, Ngakunya Polisi dari Polsek Gempol

Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sampai Anaknya Trauma, Ngakunya Polisi dari Polsek Gempol. Istri korban akan laporkan kepada pihak berwajib

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kastiri (32) warga Kampung Cempeh, Lelea, Indramayu, Jawa Barat ketika didatangi sejumlah pria yang mengaku sebagai anggota Polsek Gempol pada Senin (23/11/2020). Sejumlah pria tersebut mengintimidasi dirinya hingga membuat anaknya trauma 

Walaupun diketahuinya, kedatangan pria yang mengaku sebagai oknum Kepolisian itu tidak disertai dengan surat tugas.

Begitu juga dengan kedatangan mereka yang tidak didampingi oleh Ketua RT ataupun tetangganya.

"Mereka kan ngakunya dari Polsek Gempol, jadinya saya nggak bisa ngelarang. Walau pun mereka nggak bawa surat tugas juga," ungkap Kastiri.

"Kan saya udah kasih tahu suami saya nggak ada, tapi mereka tetap maksa. Malahan mau rampas hp (ponsel) saya, cuma saya nggak kasih," jelasnya.

Lapor Polisi

Atas kejadian tidak menyenangkan tersebut, Kastiri mengaku berencana akan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian.

Sebab, bukan hanya dirinya maupun putranya yang secara langsung terintimidasi, suaminya juga dicemarkan nama baiknya.

"Saya pribadi mah nggak terima foto suami saya dipajang, apalagi disebut DPO di facebook, emang suami saya teroris," kesal Kastiri.

"Yang nyebarin video juga saya tahu orangnya, saya pengen diproses (hukum), karena saya benar-benar nggak terima suami saya digituin," tegasnya.

Langkah hukum yang akan diambilnya tersebut ditegaskan Kastiri guna meluruskan kabar yang beredar di lingkungan rumahnya.

Sebab, sejumlah tetangga kini menilai suaminya sebagai penjahat yang kini dalam buronan Kepolisian.

"Saya udah benar-benar malu, kasian anak-anak. Dia kaget, tanyain di mana ayahnya, saya bilang 'ayah lagi kerja, cari uang untuk kita dek'," ungkap Kastiri.

"Saya mau urusannya selesai, biar tetangga juga tahu masalahnya sebenarnya apa," sambungnya.

"Ini kan sebenarnya masalah sepele, cuma selisih paham suami saya-sesama sopir, tapi kenapa saya yang dibawa-bawa, sampai-sampai anak saya sekarang jadi trauma," keluh Kastiri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved