Breaking News:

Pilkada Depok

Ini Alasan Nyata 20 Persen Kader PKS Depok Membelot ke Pradi-Afifah di Pilkada Depok

Inilah alasan kader PKS Depok membelot di Pilkada Depok dengan memilih Pradi Supriatna-Afifah Alia.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Ketua DPD Partai Gelora Depok, Subhan Syafei menyebutkan 20 persen kader PKS Depok belot ke Pradi-Afifah 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Sebanyak 20 persen kader PKS Depok menyatakan membelot di Pilkada Depok. Kader PKS Depok itu memilih Pradi Supriatna-Afifah Alia.

Apa alasannya yang membuat kader PKS Depok membelot dari petahana Mohammad idris? 

Ketua DPD Partai Gelora Kota Depok, Subhan Rafei, menyatakan bahwa dari hasil survei internal alasan kader PKS Depok itu membelot lantaran mereka menginginkan Wali Kota Depok yang memiliki daya dukung jaringan yang kuat.

Kuat secara sosial dan politik, kawakan dalam berkomunikasi lintas sektoral, andal dalam melakkan komunukasi horizontal dengan pemangku kepentingan di kota dan kabupaten sekitarnya.

Baca juga: Pradi Supriatna Diserang Kampanye Hitam di Pilkada Depok Berujung ke Bawaslu Depok

Selain itu teruji dalam melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"ujungnya adalah terciptanya harmonisasi pembangunan dan akselerasi kemajuan Depok dapat tercapai," kata Subhan Rafei, kemarin.

Selain hal itu, lanjutnya, adalah pimpin yang dapat mengejewantahkan slogan Kota Depok sebagai kota yang bersahabat.

Bukan pemimpin yang berdiri di atas slogan adil, namun berjiwa kerdil.

Lalu, Wali Kota Depok saat ini miskin inovasi, tidak piawai membangun harmonisasi kerja dan kurang inisiatif dalam merangkul kekuatan potensial yang dimiliki warganya. Seperti berjalan tanpa arah dan minim terobosan.

"Tercatat 20 persen kader PKS Depok memutuskan memilih Pradi-Afifah lantaran pola kepemimpinan di Kota Depok. Pemimpin yang juga dinilai tidak kreatif dan inovatif," tutur Subhan.

Ini 10 Program Unggulan Pradi-Afifah

1. RW Membangun: Alokasi hingga Rp 500 juta untuk pembangunan di setiap RW di kota
Depok
2. Angkutan Massal & BUMD Transportasi: Penyediaan angkutan massal & integrasi
transportasi Depok dengan Jabotabek untuk mengurangi kemacetan di bawah
pengelolaan BUMD Transportasi
3. Berobat Gratis: Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di kelas III
RSUD dan Puskesmas cukup dengan menunjukkan KTP Elektronik Depok
4. Meningkatkan insentif untuk RT, RW, LPM, Kader Posyandu & Posbindu
5. Mal Pelayanan Publik: Layanan pembuatan dokumen kependudukan dan perizinan
dilakukan satu atap dengan cepat dan bebas pungli
6. Pasar Sehat & Modern di setiap Kecamatan
7. Mencetak 10.000 pengusaha baru
8. Membangun Pusat Kebudayaan Daerah
9. Insentif Siswa Berprestasi dan Siswa dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu
10.Mendorong ekonomi kerakyatan dan UMKM dengan membangun pusat logistik dan
bekerjasama dengan online marketplace

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved