Breaking News:

Musik

Dana Abadi Disiapkan, Pemerintah Berharap Industri Kreatif, Seni dan Budaya Indonesia Semakin Maju

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah memperhatikan industri seni dan budaya.

istimewa
Diskusi DIKSI edisi ke-10 mengangkat tema Kebijakan Publik Terhadap Seni Musik: Program Pendukung, Pembiayaan dan Perpajakan, Rabu (2/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah memperhatikan industri seni dan budaya.

Hanya saja masih ada sistem yang simpang-siur, terutama soal hak cipta karya musisi.

Baca juga: Sudah Capek Bikin Lagu dan Garap Musik, Maia Estianty Akan Pensiun dari Industri Musik Indonesia

Baca juga: Terus Bertahan di Industri Musik, Begini Cara Agnez Mo Tetap Berkarya Sambil Menjalankan Bisnisnya

"Musisi yang menentukan dan pemerintah yang mengarahkan," kata Hilmar Farid, Direktur Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Rabu (2/12/2020).

Hilmar Farid menyampaikan hal tersebut dalam Diskusi Industri Musik dan Musisi yang digelar virtual.

Diskusi tersebut mengangkat tema Kebijakan Publik Terhadap Seni Musik: Program Pendukung, Pembiayaan dan Perpajakan.

Diskusi DIKSI edisi ke-10 mengangkat tema Kebijakan Publik Terhadap Seni Musik: Program Pendukung, Pembiayaan dan Perpajakan, Rabu (2/12/2020).
Diskusi DIKSI edisi ke-10 mengangkat tema Kebijakan Publik Terhadap Seni Musik: Program Pendukung, Pembiayaan dan Perpajakan, Rabu (2/12/2020). (istimewa)

Selain Hilmar Farid, diskusi garapan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) yang diketuai Candra Darusman itu juga menghadirkan Gerald Mertenz, General Manager of The German Orchestra Musicians Union.

Ikut bicara pula dalam diskusi tersebut yakni Yustinus Prastowo, Staf Khusus Kementerian Keuangan RI, dan Muhammad Amin Abdulah yang menjadi Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf.

Baca juga: Royalti Itu Penting, Candra Darusman: Royalti Adalah Pemberdayaan Musisi Secara Karya dan Ekonomi

Baca juga: Saat Ini Teknologi Hanya di Genggaman Tangan, Musisi Sebaiknya Beradaptasi dan Bisa Lakukan Apapun

Menurut Hilman Farid, apa yang diperlukan sekarang adalah inisiatif kebijakan pemerintah.

"Kami mengembangkan dana abadi kebudayaan itu open call, bisa diikuti oleh siapapun," ucap Hilmar Farid.

Menurut Hilmar Farid, kekayaan intelektual para musisi ada banyak di platform digital.

Baca juga: Dari Obrolan Webinar Asosiasi Bela Hak Cipta, Penyanyi Cover Lagu Diminta Izin ke Pemilik Hak Cipta

Baca juga: Lagu Keke Bukan Boneka Dituding Melanggar Hak Cipta, Rahmawati Kekeyi Diminta Supaya Berhati-hati

"Pertanyaannya kemudian, mereka (platform digital) itu bayar ke siapa? Ekosistem ini yang harus dibenahi. Ini menjadi prioritas kita untuk memperbaiki," ujar Hilmar Farid.

Muhammad Amin Abdulah menyampaikan, kebijakan pemerintah sudah memberi insentif bagi pelaku seni dengan skema tertentu.

Dalam pencairan dana abadi, pemerintah berharap industri kreatif, seni dan budaya semakin maju.

Baca juga: Musisi dan Pekerja Musik Sebaiknya Punya Organisasi, Candra Darusman: Bisa Menjadi Pressure Groups

Baca juga: Banyak Orang Jadi Penyanyi Cover Lagu, Candra Darusman: Jangan Takut Bernyanyi, Tapi Lihat Rambunya

"Selama Covid, beberapa isentif diberikan ke pajak penghasilan karyawan, pajak UMKM dan impor ditanggung pemerintah," kata Yustinus Prastowo.

Terkait dana abadi itu, sudah ada Rp 12 triliun yang disiapkan pemerintah. Dana ini akan digunakan dan dikelola untuk menunjang kegiatan seni dan budaya.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved