Breaking News:

Haul Ponpes

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Janji tak Mau Memberi Izin Keramaian Lagi

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mengaku tidak akan mengizinkan segala kegiatan keramaian selama pandemi virus corona.

Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com
Kerumunan acara haul Syeh Abdul Qadir Jaelani di pondok pesantren asuhan Abuya Uci, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang menjadi soroton. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pun memberikan penjelasan lengkap terkait hal ini. 

Sayangnya, acara keagamaan tahunan tersebut justru berujung terjadinya kerumunan hingga jemaah membludak di kawasan Ponpes Al-Istiqlaliyah.

"Kehadiran saya bersama Kapolresta dan Dandim untuk membatasi jemaah agar tidak ke lokasi, kemudian kita juga melakukan upaya pembubaran kerumunan, kita di sana dari pagi," tutur Zaki.

Saat menghadiri acara haul tersebut, Zaki melanjutkan, jemaah yang berdatangan diduga bukan dari wilayah Tangerang Raya.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendatangi kediaman KH. Uci Turtusi di Komplek Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/9/2020).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendatangi kediaman KH. Uci Turtusi di Komplek Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/9/2020). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Namun, mereka berasal dari provinsi lainnya. Terlebih, jemaah tersebut tidak memiliki id card khusus yang merupakan tamu undangan acara haul tersebut.

"Dominasi jemaah diduga bukan Tangerang Raya, tapi provinsi lain DKI Jakarta, Jawa Barat bahkan dari Lampung," ungkap Zaki.

"Jadi informasi yang kita sebar baik media sosial dan spanduk radio dan sebagainya, mungkin saja sampai dan mungkin saja tidak ke luar Provinsi Banten," sambungnya.

Hal tersebut yang berdampak membludaknya jemaah di acara haul akbar Syekh Abdul Qodir Jaelani.

Zaki juga mengakui, rapid test terhadap 1.500 jemaah tamu undangan menjadi batal terlaksana.

"Rapid test yang rencana kita lakukan untuk undangan terbatas tersebut tapi akhirnya tidak terjadi dilaksanakan karena bludaknya massa," tandasnya.

"Ini menjadi pengalaman kami semua. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mencegah kerumunan," tutur Zaki.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (Warta Kota/Andika Panduwinata)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved