Jumat, 5 Juni 2026

Serie A

Beppe Marotta Menganggap Christian Eriksen tidak Dibutuhkan Inter Milan

CEO Inter Milan, Beppe Marotta, menganggap Christian Eriksen tidak bisa jadi skuad Inter Milan. Eriksen tidak cocok dengan strategi Antonio Conte.

Tayang:
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
inter.it
Christian Eriksen tidak betah di Inter Milan. Menurut CEO Inter, Beppe Marotta, Eriksen sudah tidak bisa jadi bagian dari klub yang dipimpinnya, karena tidak cocok dengan formasi yang dibuat Antonio Conte. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- CEO Internazionale Milano, Beppe Marotta, menganggap Christian Eriksen sudah tidak bisa jadi bagian dari Inter Milan.

Marotta melihat pemain internasional Denmark itu sangat tidak cocok dengan gaya permainan yang dibuat oleh pelatih Inter, Antonio Conte.

Formasi 3-5-2 yang disusun Conte membuat Eriksen kesulitan menemukan performa terbaiknya, sehingga dia lebih banyak berkutat di bangku pemain cadangan.

“Hal terpenting adalah fungsional,” kata Marotta mengenai Eriksen.

“Sepak bola penuh dengan beragam situasi, di mana para pemain yang bergabung, kemudian tidak berfungsi pada sistem taktis atau di mana dia ditempatkan di tim,” tambah Marotta.

Kini Eriksen sudah tidak lagi memiliki masa depan di Stadion Giuseppe Meazza, kandang Inter.

Marotta membuka kemungkinan untuk membuang pemain yang didatangkan dari Tottenham Hotspur pada bulan Januari lalu.

”Kami memboyong Eriksen pada bulan Januari lalu dengan nilai transfer 20 juta euro dan (ini) adalah penawaran yang bagus di bursa transfer, kesempatan yang bagus, tetapi tentu saja pelatih harus membuat evaluasi dan memiliki hak untuk memilih susunan pemainnya,” tutur Marotta.

“Jika kami berada di bursa transfer bulan Januari dan pemain tidak bermain secara reguler, jadi (dia akan) minta untuk dijual. Kami akan meladeni situasi itu dan mewujudkannya tanpa sedikit pun kontroversi,“ tambahnya.

“Normalnya, kami selalu berusaha untuk meningkatkan dan memanfaatkan peluang pada bursa transfer, tetapi masalahnya adalah (bagaimana) menemukan pemain yang cocok dengan tim dan benar-benar akan meningkatkan kualitas kami,” tambahnya.

”Ini (saat memboyong Eriksen) adalah operasi di bursa transfer yang mungkin terlihat positif, tetapi terkadang tidak sepenuhnya berfungsi dari visi teknis dan taktis,” kata Marotta.

Sementara itu, jurnalis Sky Sports Italia sekaligus pakar transfer pemain sepak bola, Gianluca Di Marzio, menyatakan Inter akan mengizinkan Eriksen meninggalkan Milan dengan status pinjaman.

Eriksen bergabung dengan Inter kurang dari satu tahun yang lalu, tetapi telah melupakan masa-masa indah bersama I Nerazzurri. Dia gagal mendapatkan tempat di starting line-up.

Selama jendela transfer pemain di musim panas lalu, ada pembicaraan tentang Eriksen meninggalkan Inter.

Akan tetapi, Inter tidak mau membiarkan Eriksen pergi ke klub lain dengan status pinjaman.

Namun, situasi itu bisa berubah pada bulan Januari mendatang. “Sekarang mungkin ada kemungkinan mengizinkan pemain itu pergi,“ kata Di Marzio.

“Jika tidak, mereka akan mencoba pertukaran dengan pemain yang lebih banyak cocok dengan ide Conte,” tambah Di Marzio.

Pada musim ini Eriksen telah membuat sembilan penampilan di semua kompetisi, di mana dia gagal mencetak gol atau memberikan assist.

Arsenal dilaporkan telah mengajukan penawaran untuk mendapatkan Eriksen. Sport Mediaset menyebut The Gunners mengajukan penawaran sebesar 12 juta euro.

Harga yang diajukan Arsenal jauh di bawah nilai yang diinginkan Inter, yaitu sebesar 20 juta hingga 25 juta euro.

Namun, I Nerazzurri tidak punya banyak pilihan, kecuali menerima penawaran tertinggi, akibat tidak berfungsinya Eriksen di tim mereka.

Hingga sejauh ini baru Arsenal yang mengajukan penawaran tertinggi untuk mantan pemain Tottenham Hotspur itu.

Sementara Paris Saint Germain, Bayern Muenchen, dan Hertha Berlin hanya mengajukan kesepakatan pinjaman.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved