Breaking News:

Berita Jakarta

Prospek Bisnis Pelabuhan Indonesia Masih Tinggi

Perkembangan pelabuhan di Indonesia tidak bisa lepas dari reformasi maritim Indonesia, termasuk aspek lainnya

Penulis: M Nur Ichsan Arief
Editor: M Nur Ichsan Arief
ist
HRM Wahyono Bimarso Dipl HE, Ketua Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI) dan Waka Prodi Kelautan ITL Trisakti 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perkembangan pelabuhan di Indonesia tidak bisa lepas dari reformasi maritim Indonesia, termasuk aspek lainnya antara lain pelayaran pelabuhan, logistik, pendidikan maritim, permodalan, dan aspek hukum.

Saat ini perbaikan di segala bidang sudah dan sedang berlangsung, terakhir kita tahu dengan telah diluncurkannya Undang-Undang Cipta Kerja oleh pemerintah.

"Jumlah pelabuhan di Indonesia lebih dari 1000, kita harus memilahnya sesuai dengan besaran pengelolaan dan fungsi pelabuhan, karena tidak semua pelabuhan bersifat komersial, ada juga yang non komersial", kata HRM Wahyono Bimarso Dipl HE,  Ketua Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI) dan Waka Prodi Kelautan ITL Trisakti, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, perkembangan pelabuhan tidak bisa lepas dari perkembangan lalu lintas muatan cargo di Indonesia, yang terkonsentrasi di kawasan barat Indonesia.

Maka untuk menyeimbangkan muatan ke kawasan timur Indonesia diperlukan upaya optimalisasi kerjasama antar sektor seperti perindustrian, pertanian, pertambangan, dan sebagainya.

Hal itu guna menyeimbangkan mata rantai jaringan logistik barat dan timur Indonesia, yang didukung dengan peningkatan infrastruktur pelabuhan di kawasan timur Indonesia dengan pengadaan peralatan bongkar muat, sehingga dapat meningkatkan kinerja pelayanan pelabuhan lebih efisien.

Khusus Pelindo 4 kata Wahyono, pembangunan infrastruktur pelabuhan cukup cepat karena mereka berinvestasi di Makassar New Port untuk pelabuhan berkelas Internasional.

Di samping itu Pelindo 4 baru saj mendapat PMN sebesar Rp 2 triliun untuk membangun fasilitas Pelabuhan di Sorong, Jayapura, Manokwari, Bitung, Kendari, Biak , dan Nunukan.

"Perkembangan pelabuhan di timur dipacu adanya pelayaran perintis dan tol laut yang membawa komoditi penting dan singgah di pelabuhan-pelabuhan kecil, sehingga pelabuhan tersebut harus memperbaiki sarana dan prasarana yang ada.

Program pembangunan di Indonesia timur juga dipicu oleh adanya program tol laut yang sudah mempunyai 26 rute dan juga rute pendulum Nusantara", ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved