Breaking News:

Berita Regional

Panglima Yaqut beri Instruksi, Banser Pamekasan Gerak Cepat, 20 Personil Siap Jaga Rumah Mahfud MD

Ansor dan Banser Pamekasanan akan melakukan penjagaan rumah Ibunda Mahfud selama 24 jam untuk memberikan rasa aman serta ketenangan

Editor: Feryanto Hadi
Tribunmadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana saat Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin melakukan apel persiapan untuk melakukan pengamanan di rumah Ibunda Mahfud MD, Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (2/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buntut rumah Ibunda Mahfud MD di Pamekasan, Madura digeruduk massa, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan instruksi kepada Banser.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas telah menginstruksikan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menjaga rumah orang tua Mahfud MD untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, seperti kejadian pengepungan oleh ratusan orang Selasa (1/12/2020) siang.

Pihaknya memiliki kewajiban melakukan pengamanan karena Mahfud MD adalah salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah semestinya dijaga dari berbagai ancaman.

Baca juga: Sentil Presiden hingga Panglima TNI, Fadli Zon: Benny Wenda Nantang RI, kok Masih Sibuk Urus HRS?

"Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab utama seluruh kader Banser untuk melindungi para kiai, dan juga tokoh-tokoh NU dari ancaman atau gangguan yang datang. Dengan demikian tanpa diminta pun kita pasti akan beri perlindungan," kata Gus Yaqut, panggilan akrabnya dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Pengepungan rumah orang tua Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD oleh ratusan orang, di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (1/12) siang, memicu keprihatinan banyak kalangan.

Baca juga: Tahu Rumah Ibundanya di Madura Diserbu Massa, Mahfud MD Langsung Lakukan Langkah ini

Menanggapi seruan panglimanya, Banser Pamekasan langsung menggelar apel siaga.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang menggeruduk rumah Ibunda Menkopolhukam RI, Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (1/12/2020) siang.

Menurut dia, perlakuan yang dilakukan oleh ratusan massa yang menggeruduk rumah Ibunda Mahfud MD merupakan perbuatan yang jauh dari rasa persaudaraan orang Madura.

Baca juga: Mahfud MD Beri Sinyal Akan Bikin Perhitungan setelah Rumah Ibunya di Madura Digeruduk Massa Pro HRS

Saran Syafiuddin, misal segerombolan massa itu ada yang tidak sepaham dengan pendapat Mahfud, mestinya langsung bisa disampaikan ke Menkopolhukam RI, bukan malah menggeruduk rumah Ibundanya.

"Dan yang lebih menyayangkan lagi, saat kejadian penggerudukan itu, di dalam rumah yang digeruduk tersebut, ada Ibunda pak Mahfud yang sudah sepuh. Gimana mereka itu kok berhadapan dengan nenek-nenek," kata Syafiuddin kepada TribunMadura.com (Jaringan Warta Kota), Rabu (2/11/2020).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved