Breaking News:

Banjir Kota Tangerang

TNI/Polri Antisipasi Banjir di Kawasan Jatiuwung Kota Tangerang Jelang Musim Penghujan

Polsek Jatiuwung bersiaga mengantisipasi bencana banjir di saat musim hujan.

Editor: Valentino Verry
Tribun Jakarta
Puluhan personel gabungan dari Polisi/TNI dan petugas terkait pun melakukan apel siaga personel dan pengecekan perlengkapan di halaman Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (1/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Polsek Jatiuwung bersiaga mengantisipasi bencana banjir di saat musim hujan.

Puluhan personel gabungan dari Polisi/TNI dan petugas terkait pun melakukan apel siaga personel dan pengecekan perlengkapan di halaman Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang.

Seperti diketahui, kawasan Jatiuwung menjadi satu titik banjir di Kota Tangerang yang bisa merendam ribuan rumah sampai hingga kedalaman dua meter.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Senin (3/2/2020).
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Senin (3/2/2020). (Istimewa)

Ribuan kepala keluarga pun terpaksa mengungsi di masjid, balai warga, bangunan sekolah dasar, hingga rumah sanak keluarga yang tidak terendam banjir.

"Harapan kami tidak sampai banjir, tapi untuk musim ini, kami kembali siaga jika bencana banjir tersebut kembali terjadi," kata Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring, Selasa (1/12/2020).

Personel yang siaga terdiri dari puluhan anggota gabungan TNI/Polri, Satpol PP Kota Tangerang sebanyak 20 orang, dan BNPB sebanyak lima orang

Namun, lanjut Aditya, bila nantinya banjr melanda akan lebih banyak petugas yang diterjunkan.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Selain personel, petugas gabungan juga mengecek perlengkapan evakuasi, dapur umum, dan keselamatan masyarakat yang menjadi korban banjir.

Contohnya perahu karet, ban karet, pelampung, tali tambang, dan perlengkapan lainnya.

"Jadi kalau ada perlengkapan yang kurang jumlahnya atau kurang memadai, kita lengkapi kembali," ucap Aditya.

Menurutnya, banyak hal yang harus lebih dipersiapkan untuk penanganan bencana alam di era Pandemi Covid-19 ini. Jangan sampai terjadi klaster baru di pengungsian.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah meninjau ke lokasi pembangunan rumah pompa di bantaran Sungai Cisadane tepatnya di Jalan Teuku Umar, Rabu (17/10/2018).
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah meninjau ke lokasi pembangunan rumah pompa di bantaran Sungai Cisadane tepatnya di Jalan Teuku Umar, Rabu (17/10/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Sebagai informasi, pada awal 2020, terjadi banjir dahsyat di Perumahan Garden City dan Total Persada, yang disebabkan jebolnya tanggul akibat meluapnya Kali Ledug. Banjir merendam ribuan rumah dengan ketinggian hingga tiga meter.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved