Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

MAHFUD MD Marah Rumahnya di Madura Digeruduk Massa: Mereka Menganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam!

Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD marah setelah rumah orangtuanya di Madura digeruduk sekelompok massa. "Mereka telah menganggu ibu saya."

Editor: Suprapto
istimewa
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD marah setelah rumah orangtuanya di Madura digeruduk sekelompok massa. "Mereka telah menganggu ibu saya," kata Mahfud MD. 

Massa membubarkan diri, saat personel kepolisian dari Polres Pamekasan mendatangi lokasi.

Hingga sore pukul 16.43 WIB, rumah Ibunda Mahfud MD, di bagian depan pintu paga, masih dijaga oleh sejumlah polisi dari Polres Pamekasan.

Massa Demo di Polres Lalu ke Rumah Ibunda Mahfud

Massa terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi di Polres Pamekasan pada siang hari sebelum menggeruduk rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan.

Massa mendatangi rumah di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, itu menggunakan kendaraan.

Baca juga: Babak Baru Kasus Ahok Beli Lahan Pemprov DKI, MAKI Pertanyakan Mengapa Polisi Hentikan Penyelidikan

Dilansir dari TribunMadura, Korlap Aksi, Muhammad Saifuddin mengatakan, kedatangan pihaknya bersama sejumlah massa ke Polres Pamekasan ingin memberikan pernyataan sikap.

Kata dia, gabungan Umat Islam Pamekasan Madura menolak pemanggilan Habib Rizieq karena adanya ketimpangan ketidakadilan.

Menurutnya, bila dari pihak organisasi umat Islam yang lainnya berkumpul dan melakukan kerumunan tidak ada yang mempermasalahkan, serta mengusik.

Padahal, kata dia, sudah jelas dan nyata berkumpul dan berkerumun.

Baca juga: MAKI Heran, SPDP Dugaan Korupsi Jual-beli Tanah Pemprov DKI Sudah Keluar, tapi Tidak Ada Tersangka

Sedangkan, saat puluhan ribu massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta, malah banyak pihak yang mempermasalahkan.

"Ya kami dari umat Islam Madura sangat tidak setuju, karena ini sangat jelas ada ketimpangan ketidakadilan," kata Muhammad Saifuddin kepada TribunMadura.com.

Ia juga mengungkapkan, sudah memberikan berkas yang berisi penolakan dari gabungan Umat Islam Pamekasan Madura perihal pemanggilan Habib Rizieq mengenai kasus kerumunan di Petamburan.

Baca juga: Kuasa Hukum Menyebut Pasal Penghasutan Tak Bisa Diterapkan kepada Habib Rizieq

Berkas itu diberikan saat melakukan audiensi dengan Polres Pamekasan ketika melakukan demo.

"Jadi kami minta supaya berkas dan pernyataan sikap itu disampaikan ke pusat. Ini cuma aspirasi dari umat Islam, jangan mendiskriminasi ulama terutama Habib Rizieq," tegasnya.

Muhammad Saifuddin juga mengecam, bila tuntutan dari pihaknya tidak dipenuhi, maka kemungkinan akan melakukan demonstrasi kembali.

Baca juga: Massa Berpakaian Putih Kepung Rumah Mahfud MD di Pamekasan, Minta Menteri Segera Keluar dari Rumah

Hanya saja tinggal tunggu perintah dari ulama.

"Kalau di Madura ini, misal sudah merah, ya murah," ucapnya

Sementara itu, Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, kedatangan massa ini untuk memberikan aspirasi perihal kasus kerumunan yang terjadi di Petamburan, Jakarta.

Ia menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap massa yang sudah melakukan demo tersebut karena dikhawatirkan masih melakukan kerumunan.

Menurut dia, pada masa pandemi Covid-19 ini, jangan sampai membuat kerumunan.

"Mereka datang untuk memberikan pernyataan sikap," tutupnya.

Minta Rizieq Shihab Kooperatif

Seperti diketahui, Madura menjadi salah satu basis pendukung Habib Rizieq Shihab.

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi apakah kedatangan massa tersebut ada kaitannya dengan sejumlah komentar Mahfud MD terkait Habib Rizieq Shihab.

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kooperatif soal pemeriksaan tes Covid-19.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD dalam konferensi pers pada hari Minggu (29/11/2020.

Menurut Mahfud MD, semua warga negara wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, jika ternyata hasil tes corona hasilnya positif, maka masyarakat harus menjalani perawatan atau karantina.

Baca juga: Satgas Covid-19 Karawang, Minta Perusahaan Perketat Protokol Kesehatan Saat Karyawan Usai Libur

Baca juga: Kapolda Jabar Ahmad Dofiri: Tindakan Halangi Satgas Covid-19 Kota Bogor di RS Ummi Pidana Murni

Baca juga: Kapolda Jabar: Usut Tuntas Laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor Terhadap RS Ummi Bogor

Hal itu, merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif demi keselamatan serta kesehatan masyarakat.

Mahfud menyesalkan sikap Habib Rizieq yang dinilai tak kooperatif.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi yang melanggar ketentuan tanpa terkecuali.

"Kalau merasa diri sehat harusnya tidak keberatan. Ini demi keselamatan bersama," kata Mahfud.

Testing, tracing, treatment (3T) merupakan langkah untuk mengendalikan penularan Covid-19. Selain 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Rumah Ibunda Mahfud MD di Pamekasan Madura Digeruduk, Massa Teriakkan Nama Menkopolhukam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved