Breaking News:

Berita internasional

Maradona Meninggal Diduga Karena Dibunuh Bukan Karena Sakit Jantung

Dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque, menyangkal bertanggung jawab atas kematian legenda bola Argentina setelah polisi menggerebek rumahnya

AFP/thesun.co.uk
Kata-kata terakhir Diego Maradona sebelum kematiannya disampaikan kepada keponakannya, Johnny Esposito. Dia mengatakan, 'Saya tidak enak badan' dan 'Me siento mal'. 

“Saya tahu apa yang saya lakukan dengan Diego dan saya tahu bagaimana saya melakukannya. Saya bisa menjelaskan semuanya. Saya benar-benar yakin saya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk Diego," tambah Luque, menurut situs berita Argentina Infobae.

Luque, yang dikabarkan menangis ketika berbicara dengan wartawan, mengatakan bahwa dia terkejut dengan keputusan penggeledahan propertinya, termasuk mengambil dokumen dan riwayat medis pesepak bola tersebut.

Luque mengatakan kepada media Clarín bahwa hubungannya dengan pesepak bola legendaris Argentina itu seperti hubungan ayah dan anak, dengan tipe ayah yang pemberontak.

Pengacara Maradona, Matias Moria, pada Kamis mengatakan, dia akan meminta penyelidikan penuh atas keadaan kematian pesepak bola tersebut, mengkritik layanan darurat yang dianggapnya lamban dalam beraksi.

"Ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk tiba, yang merupakan kebodohan kriminal," kata Matias pada hari Kamis dalam sebuah unggahan di Twitter.

Alasan di balik penyelidikan

Meski begitu, masih belum jelas apa yang mendorong penyelidikan pada Minggu pagi kemarin walau putri dari Maradona dilaporkan prihatin atas perawatan yang diterima ayahnya jelang kematian.'

Seorang narasumber anonim dari sistem peradilan Argentina mengatakan kepada penyidik media La Nación setelah mengumpulkan beberapa "bukti" yang tidak spesifik.

Dalam foto file ini diambil pada 8 Juli 1990 wasit Meksiko Ernesto Codesal Mendez memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina Diego Armando Maradona (kiri) di Roma, Italia, selama final sepak bola Piala Dunia antara Argentina dan Jerman Barat. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona telah meninggal pada usia 60 tahun, juru bicaranya mengumumkan pada 25 November 2020.
Dalam foto file ini diambil pada 8 Juli 1990 wasit Meksiko Ernesto Codesal Mendez memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina Diego Armando Maradona (kiri) di Roma, Italia, selama final sepak bola Piala Dunia antara Argentina dan Jerman Barat. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona telah meninggal pada usia 60 tahun, juru bicaranya mengumumkan pada 25 November 2020. (STAF / AFP)

"Jika penyimpangan di tempat perawatan medis rumah Maradona dikonfirmasi, kami mungkin akan melihat adanya kejahatan pembunuhan tidak disengaja," ungkap narasumber itu.

Narasumber lain mengatakan kepada media itu, "Karena Luque adalah dokter pribadi Maradona, keputusan dilakukan penyelidikan ke rumah dan tempat operasinya untuk menemukan beberapa dokumen mungkin akan menentukan apakah ada penyimpangan yang dia lakukan di rumah."

Pada detik-detik meninggalnya, Maradona dirawat di sebuah rumah sewaan di pinggir ibu kota Buenos Aires setelah melewati operasi pada 3 November untuk mengangkat gumpalan darah di otaknya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Maradona Meninggal Diduga Karena Dibunuh Bukan Karena Sakit Jantung

Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved