Breaking News:

Disebut Timbun Handphone Ilegal, Bos PS Store Putra Siregar Dinyatakan Tidak Bersalah

109 unit handphone yang diamankan penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta akan dikembalikan kepada Putra Siregar.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Putra Siregar disela pemberian Rekor MURI di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Bos PS Store, Putra Siregar dinyatakan tidak bersalah atas kasus penimbunan dan penjualan handphone ilegal yang menjeratnya.

Putusan itu dinyatakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Senin (30/11/2020).

"Putusannya dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan," kata anggota tim kuasa hukum Putra Siregar, Lukman Firmansyah saat dikonfirmasi Senin (30/11/2020).

Baca juga: Akankah Habib Rizieq Hadir dalam Pemeriksaan Polisi 1 Desember Nanti? ini Kata FPI

Baca juga: Diisukan akan Menjabat Menteri KKP, Fadli Zon: Sebaiknya Seorang Profesional Tidak Harus dari Parpol

Baca juga: Tiket Kereta Api Natal dan Tahun Baru sudah dapat Dipesan, ini Daftar 43 Keretanya

Selain bebas dari tuntutan hukum pidana, Putra Siregar juga tidak harus membayar denda maksimal Rp 5 miliar sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

"Berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur barang bukti handphone yang diamankan dikembalikan kepada pemilik," ujarnya.

Sehingga 109 unit handphone yang diamankan penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta akan dikembalikan kepada Putra Siregar.

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur diambil setelah rangkaian sidang bergulir sejak sidang perdana pada 10 Agustus 2020 lalu.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menentukan sikap atas vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap bos PS Store, Putra Siregar.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Milono mengatakan pihaknya belum dapat memutuskan akan mengajukan banding atas putusan.

"Kami masih pikir-pikir," kata Milono saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/11/2020).

Dalam tuntutan sebelumnya JPU, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur meminta Putra Siregar membayar denda sebesar Rp5 miliar.

Baca juga: Isi Surat Pemanggilan Habib Rizieq dan Menantunya, akan Diperiksa di Polda Metro Jaya 1 Desember

Baca juga: Kisah Andhiko, Positif Covid-19 Bersama dengan Istri dan Anak-anaknya, Dirawat di RLC Kota Tangsel

Baca juga: Viral Video Polisi Kejar-kejaran dengan Geng Motor yang Bawa Celurit, hingga Pelaku Ditabrak Jatuh

Mereka tidak menjerat Putra dengan pidana lantaran pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan bersifat kumulatif atau alternatif.

Maka dari itu keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat belum berkekuatan hukum tetap lantaran JPU masih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Pihak JPU masih memiliki waktu 14 hari untuk ajukan banding atas putusan tersebut. (m24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved