2 Polisi Gadungan Gagal Peras Pemuda Jutaan Rupiah, Sempat Bawa Kabur HP Korban

Polsek Bekasi Timur meringkus dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi dan memeras orang.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ilustrasi. Polisi merilis kasus polisi gadungan yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Polsek Bekasi Timur meringkus dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi.

Modus operandi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk memeras korban.

Kompol Erna Ruswing, Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota menceritakan tersangka Hendra Hutajulu (27) dan Andi Wiranto (22) diciduk karena mengaku sebagai polisi.

Baca juga: Pasang Pangkat Bripka Tapi Usia Masih SMA, Ternyata Polisi Gadungan

"Dua pemuda kami amankan karena melakukan pemerasan dan mengaku sebagai anggota polisi," kata Erna saat dikonfirmasi, Senin (30/11/2020).

Awalnya, Hendra dan Andi melihat 3 orang korban membeli obat Tramadol di sebuah toko kosmetik kawasan Jalan Maluku Raya, Kamis (19/11/2020), sekira pukul 20.30 WIB.

Pelaku yang sudah merencanakan aksinya tersebut, kemudian mengikuti empat korbannya hingga di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur.

Baca juga: Warga Negara Asing Diperas Polisi Gadungan, Duit Rp 150 Juta Digasak Pelaku

"Mereka kemudian meminta 3 orang korbannya yang masih remaja untuk menghentikan laju kendaaraan. Lalu, mereka diinterogasi oleh para pelaku," ungkapnya.

Salah satu pelaku mengeluarkan korek api berbentuk pistol untuk mengintimidasi para korban.

Mereka pun menggeledah tas korban dan menemukan obat berjenis Tramadol.

"Setelah itu, mereka mengambil HP korban dan mereka dipaksa untuk mengikuti para pelaku menuju Mapolsek Bekasi Timur," kata Erna.

Baca juga: Perampokan Toko Bunga Berkedok Polisi Gadungan, Aniaya Pegawai Pakai Kunci Roda dan Dibuang ke Jalan

Sebelum tiba di mapolsek, mereka berhenti dan kembali menginterogasi korban di masjid dekat mapolsek.

Di sanalah pemerasan terjadi.

Pelaku bahkan mengancam korbannya akan dimasukkan ke penjara sambil menunjuk-nunjuk ke arah Mapolsek Bekasi Timur.

"Mereka bilang kepada korban kalau mau diselesaikan, disuruh telpon bosnya untuk mentransfer sejumlah uang sebagai tebusan, besarannya Rp 4 juta," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved