Breaking News:

Persija Jakarta

Pemain Kawakan Persija Jakarta Ismed Sofyan Prihatin Lihat Liga 1 Mandek

Pemain kawakan Persija Jakarta, Ismed Sofyan turut menyuarakan kekecewaannya soal kompetisi Liga 1 2020 yang mandek.

Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Ismed Sofyan mengatakan, ia dan kawan-kawan kemungkinan akan bermain lebih bertahan di Makassar untuk mengincar hasil imbang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemain kawakan Persija Jakarta, Ismed Sofyan turut menyuarakan kekecewaannya soal kompetisi Liga 1 2020 yang mandek.

Menurut Ismed, mandeknya kompetisi bukan berdampak pada finansial pemain saja tapi juga berpengaruh kepada fisik pemain dan atmosfer kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Sangat prihatin saja, sangat miris karena kita sebagai pelaku di lapangan dengan tidak ada kompetisi ya tentunya sedikit terganggu lah," ujar, Minggu (29/11/2020).

Marco Motta, Ismed Sofyan, dan pemain Persija Jakarta lainnya melakukan bleep test di sesi latihan Jumat (8/10/2020) pagi.
Marco Motta, Ismed Sofyan, dan pemain Persija Jakarta lainnya melakukan bleep test di sesi latihan Jumat (8/10/2020) pagi. (istimewa)

"Tidak hanya secara performa, secara fisik juga kita lemah, dan secara atmosfer juga kami tidak dapat. Jadi ya saya pikir sebagai pemain sangat rugi,” lanjut Ismed.

Seperti diketahui, mandeknya kompetisi Liga 1 di tahun ini lantaran pihak Kepolisian tidak memberikan izin keramaian. Alasanya pandemi Covid-19 masih tinggi dan Pilkada.

PSSI dan PT LIB pun mengambil keputusan untuk mengagendakan pada Februari 2021.

Akan tetapi, jadwal penundaan tersebut hingga kini juga belum ada kepastian lantaran pihak Kepolisian belum juga mengeluarkan izin keramaian.

Ismed berharap pihak Kepolisian bisa secepatnya memberikan izin biar ada kepastian soal lanjutan Liga. Bahkan ia sempat membandingkan, kenapa orang main bola di sekitaran Jakarta masih banyak tapi kompetisi dihentikan.

Ismed Sofyan tetap menjaga kondisi fisik meski kesibukan padat di Alaves, Spanyol.
Ismed Sofyan tetap menjaga kondisi fisik meski kesibukan padat di Alaves, Spanyol. (Persija.id)

“Ya kalau kita bilang sekarang di Jakarta juga banyak yang bermain bola di lapangan ABC. Saya pikir banyak, kenapa yang resmi tidak, tapi itu kembali lagi ke mekanisme kepolisian,” kata Ismed.

“Mungkin dari pihak polisi yang lebih paham, yang resmi dan tidak resmi. Jadi saya sebagai pemain berharap pihak polisi bisa memberikan izin, dan kami sebagai pelaku bisa berkompetisi lagi dan bermain bola lagi,” jelasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved