Breaking News:

Mengutuk Aksi Pembantaian di Sigi, PBNU Desak Polisi Bertindak Cepat Tangkap Aktor Intelektualnya

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, menegaskan, aksi kekerasan dan tindakan yang melukai kemanusiaan tidak dapat dibenarkan, apapun

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Dok. Pribadi/Kompas.com
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH --- Pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) mengutuk keras aksi penyerangan dan teror yang menewaskan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11).

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, menegaskan, aksi kekerasan dan tindakan yang melukai kemanusiaan tidak dapat dibenarkan, apapun motifnya.

“Polisi harus bertindak cepat, terukur, dan profesional, dalam mengusut insiden penyerangan ini. Deteksi segera motif dan pola kekerasan dan temukan aktor intelektual dan pelakunya. Proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Robikin dalam keterangan tertulis, Minggu (29/11/2020) seperti dilansir Kompas.com.

Robikin mengatakan, berdasarkan peristiwa sebelumnya, aksi penyerangan dan pembakaran adalah tindakan teror yang sengaja dilakukan untuk menyebarkan rasa takut di masyarakat.

“Kelompok-kelompok penebar teror seperti ini tidak berhak mengatasnamakan elemen agama. Karena agama apapun tidak ada yang membenarkan. Teror juga merupakan tindakan anti-kemanusiaan,” imbuhnya.

Robikin menuturkan, harus ada langkah preventif agar kasus tersebut tidak merembet menjadi sentimen keagamaan yang dapat merusak kerukunan antar umat.

Ia berharap tidak ada pihak manapun yang terprovokasi dan membalasnya dengan kekerasan.

Apalagi, mendasarinya dengan kebencian atas dasar sentimen sektarian.

Sementara itu Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Charles Meikyansah, mengimbau masyarakat harus diyakinkan bahwa peristiwa tersebut murni sebagai aksi teror dan kriminal bersenjata, serta tidak ada kaitannya dengan sentimen agama.

Charles menilai, aksi teror yang menewaskan empat orang itu sangat tidak berperikemanusiaan dan mengusik ketenteraman masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved