Breaking News:

Komunitas

Seperti Ini Ide Patungan Warga Muda Dalam Menciptakan Daerah Tangguh Bencana di Momentum Pilkada

Komunitas bernama Warga Muda menggelar seminar daring bertema "Menciptakan Daerah Tangguh Bencana di Momentum Pilkada".

Foto Ilustrasi via Tribunjabarnews.com
Ilustrasi bencana alam banjir 

Acara tersebut dibuka oleh Nurul Yuliana sebagai Koordinator Lingkungan dan konservasi Warga Muda.

"Bagaimana momentum Pilkada tidak hanya dimaknai sebagai hari pencoblosan saja, namun kita selaku Anak Muda harus memanfaatkan rangkaian prosesnya"

"untuk mengusulkan program maupun kebijakan tangguh bencana kepada calon pemimpin daerah," ujar Nurul.

Dalam diskusi tersebut dibahas banyak aspek dari mulai, potensi kebencanaan di Indonesia, pentingnya kepala daerah yang peduli dan paham terhadap bencana, hingga apa yang sebaiknya dilakukan bukan hanya saat bencana terjadi namun jauh-jauh hari sebelum bencana datang.

Dalam kesempatan itu ada catatan penting dari Nurlaela selaku penyintas bencana Palu sekaligus aktivis HAM.

Ia menyampaikan bahwa jangan ada komunikasi yang putus dalam penenganan bencana.

"Karena, komunikasi yang putus antara masyarakat dan pemerintah lokal mengakibatkan penanganan bencana di daerah tidak terselesaikan dengan baik hingga banyak penyintas yang terlantar," katanya.

Sementara Ahmad Arif menegaskan, tata kelola pemerintah yang baik serta Save Behaviour dari masyarakat membuat penanganan bencana alam maupun non-alam cepat terselesaikan.

"Tentunya dengan daya dukung ekonomi yang baik, pengetahuan resiko yang memadai, kebijakan politik yang pas, serta tata ruang yang sustainable," jelasnya.

"Tata kelola pemerintah yang baik harus dibarengi dengan pengetahuan pemerintah mengenai kebencanaan termasuk potensi bencana di daerah yang bersangkutan," lanjutnya.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved