Breaking News:

Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Sebut Pekerjaannya Banyak, Luhut Pandjaitan Ogah Lama-lama Jadi Menteri KKP Gantikan Edhy Prabowo

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan mengaku banyak pekerjaan. Karena itu ia ogah lama-lama di KKP

Editor: Wito Karyono
Facebook Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut saat duduk di gedung putih. Ia mengaku berada di Gedung Putih selama enam jam, namun sebuah penantian tak mengecewakan karena berbuah investasi hingga Rp 28 triliun. Luhut kini dipercaya Jokowi menjadi Menteri KKP Ad Interim, namun ia ogah lama-lama di jabatan itu karena banyak pekerjaan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan mengaku banyak pekerjaan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak mau berlama-lama duduk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut sebagai pengganti sementara Edhy Prabowo yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Luhut Panjaitan: Edhy Prabowo Sebenarnya Orang Baik, Tanggung Jawab, dan Kesatria

Baca juga: Lagi-lagi Luhut Ditunjuk Sebagai Menteri Ad Interim, Kali Ini Gantikan Edhy Prabowo yang Jadi TSK

"Soal jabatan ini saya juga enggak mau lama-lama, pekerjaan saya banyak kok," ujarnya di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK  menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap proses penetapan ekspor benih lobster.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap proses penetapan ekspor benih lobster. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ditanya terkait nama-nama calon Menteri KP, Luhut mengatakan bahwa seleksi calon pengganti menjadi kewenangan Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu enggan menanggapi pertanyaan terkait kandidat Menteri KP.

"Tanya Presiden. Mana saya tahu kalau itu, kau tanya yang punya pekerjaan," kata dia.

Baca juga: Hasil Drawing Babak 16 Besar Coppa Italia, Derbi Milan Berpotensi Terjadi di Babak Perempatfinal

Sementara, untuk kekosongan jabatan direktur jenderal di KKP, Luhut memastikan telah teratasi. Ia juga memastikan memastikan aktivitas di KKP tetap berjalan sesuai dengan prosedur.

Sebelumnya, Edhy Prabowo telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Surat pengunduran diri tersebut diajukan pada Kamis (26/11/2020) dan telah diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengunduran diri Edhy Prabowo ini tak luput dari kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster. KPK telah menetapkan Edhy sebagai tersangka pada Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Sabtu 28 November 2020 Sebagian Jakarta Cerah Berawan Pagi, Hujan Siang

Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan

Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Luhut Binsar Panjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berlebihan.

Meski tak mengaitkan secara langsung, hal tersebut ia katakan saat ditanya soal penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK, dalam dugaan korupsi izin ekspor benur.

"Saya minta KPK juga periksa sesuai ketentuan yang bagus saja," kata Luhut saat konferensi pers di Kantor KKP, Gambir, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: EA Sports Sanggah Tudingan Gunakan Wajah Zlatan Ibrahimovic Tanpa Izin

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved