Breaking News:

Liga Terhenti karena Pandemi, Pemain Profesional pun Turun ke Kompetisi Bola Tarkam

Tarkam memang berbeda dari Liga 1, Liga 2, bahkan Liga 3, namun tetap saja turnamen ini punya daya tarik sendiri.

Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Redi Rusmawan merupakan salah satu winger striker milik Persita Tangerang. Pria kelahiran Bogor pada 4 Desember 1996 pernah membela Timnas Indonesia pada usia 15 tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kompetisi antar kampung atau dikenal dengan tarkam berubah menjadi obat pelipur lara akibat terhentinya kompetisi sepak bola Indonesia.

Tarkam memang berbeda dari Liga 1, Liga 2, bahkan Liga 3, namun tetap saja turnamen ini punya daya tarik sendiri.

Tak sedikit pemain profesional senang bermain di tim tim tarkam.

Baca juga: Makodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon: Buang-buang Uang, Model Zaman Ahok

Baca juga: Ketika Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany Menceritakan Soal Kehidupan dan Keluarganya 

Baca juga: Warga Dipungut Rp 20.000 saat Ambil Bansos Covid-19, Polisi Periksa Ketua RT di Muara Angke

"Bagus untuk menjaga kondisi tubuh. Apalagi udah hampir sembilan bulanan tidak ada kompetisi, jadi tarkam pun tidak masalah sebagai wadah untuk menyalurkan latihan mandiri selama ini," tutur Redi Rusmawan, gelandang Persita Tangerang, Jumat (27/11/2020) kemarin di Tangerang.

Pemain asal Parung, Bogor ini tak masalah bermain di tarkam karena pemain Persita diberikan lampu hijau oleh tim meskipun dengan anjuran tertentu.

Bermain di tarkam pun cukup menjanjikan.

"Sekali bermain biasanya jutaan. Kadang saat lolos ke final ada pula motivasi sendiri dari bosnya," sambungnya.

Di tarkam sendiri, Redi tidak kesulitan untuk adaptasi.

Baca juga: Viral Setelah Diposting Anies, Segini Harga Buku Bagaimana Demokrasi Mati, dan Cara Membelinya

Baca juga: Ke Penyidik, Wagub DKI Akui Hadir Dalam Acara Maulid Nabi di Tebet, yang Turut Dihadiri Habib Rizieq

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Swab Test, ini Reaksi Kapolda Metro Jaya

Bahkan acapkali dirinya justru bertemu dengan sesama pemain Liga 1 di turnamen tarkam.

"Bisa ganti-ganti pemainnya di tiap pertandingan. Itulah tarkam. Kalau bukan di tim, kadang ketemu sesama pemain profesional di tim lawan," terangnya.

Lantas, Redi pun menjadikan tarkam sebagai obat dari kerinduannya akan kompetisi sepak bola. (m21)

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved