Breaking News:

OTT KPK

Jadi Tersangka, Wali Kota Cimahi: Semata-mata Ketidaktahuan, Saya Pikir Tidak Masuk Pasal Apa-apa

KPK menduga Ajay telah menerima suap sebesar Rp 1,66 miliar dari Hutama Yonathan dalam lima kali tahapan, dari kesepakatan suap sebesar Rp3,2 miliar.

TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengenakan rompi oranye, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengaku tak tahu apa yang dilakukannya, sehingga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ajay bersama Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Hutama Yonathan baru saja dijerat KPK, dalam kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020.

"Jadi ini semata-mata ketidaktahuan saya, saya pikir tidak masuk pasal apa-apa, karena ini proyek swasta."

Baca juga: Penyintas Covid-19 Boleh Donor Darah, Setidaknya 28 Hari Setelah Dinyatakan Sembuh

"Karena dulunya saya di swasta, wiraswasta," ucap Ajay sebelum menumpangi mobil tahanan dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

KPK menduga Ajay telah menerima suap sebesar Rp 1,66 miliar dari Hutama Yonathan dalam lima kali tahapan, dari kesepakatan suap sebesar Rp3,2 miliar.

Namun, Ajay mengklaim tidak ada proses suap-menyuap perizinan sampai Rp 32 miliar.

Baca juga: Edhy Prabowo Jadi Tersangka, Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan, Katanya Tak Semua Orang Jelek

Kata dia, pihaknya hanya memenangkan tender pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda.

"Ini bukan masalah perizinan, saya tidak disuap perizinan, perizinan sudah selesai."

"Tapi yang pasti kejadiannya bahwa teman-teman itu membangun, jadi memenangkan tender pembangunan RS swasta."

Baca juga: Bayi Umur 2 Tahun Meninggal Saat Diajak Ibunya Mengemis di Pasar Bantargebang Bekasi

"Jadi tidak mungkin di Cimahi ada suap perizinan sampai Rp 3,2 M, itu adalah sisa tagihan, tagihan pembangunan RS tersebut Rp 42 M," jelas Ajay.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved