Breaking News:

Berita Bekasi

Becak Kalah Saing, Udin Terpaksa Menyambung Hidup dengan Mencari Kayu Bakar

tukang becak di Bekasi Timur harus putar otak supaya bisa tetap menghidupi keluarga dengan cara mencari kayu bakar

Wartakotalive/Rangga Baskoro
Udin penarik becak terpaksa mencari kayu bakar di Kali Bekasi demi bertahan hidup 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR -- Kepopuleran becak yang dulu jadi moda transportasi jarak dekat semakin tergerus waktu.

Perlahan, ibu-ibu yang hendak pergi ke pasar lebih memilih menumpangi ojek online (ojol), ojek pangkalan (opang) atau bahkan mengendarai motor sendiri.

Sepinya peminat becak membuat para penarik becak terpaksa banting stir mencari pekerjaan lain,  seperti yang dilakukan Udin (48), pria asal Rawalumbu.

"Dulu 'tarikan' (becak_red) masih banyak di pasar. Ya sejak banyak yang naik ojek, jadinya sepi, paling sehari dapatnya cuma 1 atau 2 penumpang," kaya Udin saat ditemui Wartakota di pinggir Kali Bekasi, Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Denny Kurniawan Menyelam ke Selokan Ambil Lumpur karena Jasa Becaknya Tak Laku, Ini Kisahnya

Bapak beranak 5 ini memutar otak agar dapurnya tetap ngebul meski tak memiliki keterampilan khusus.

Ia kemudian mendengar bahwa beberapa pabrik tahu dan tempe di kawasan Bekasi Timur membutuhkan kayu bakar untuk proses produksi.

Alhasil, Udin berkeliling di sekitar hutan kota atau pinggir Kali Bekasi untuk memungut hasil alam demi sesuap nasi.

"Saya kalau nyari kayu di taman-taman saja. Lihat ranting yang jatuh, diambil. Kadang-kadang juga nyari di pinggir kali," ujarnya.

Baca juga: Tragis, 4 Pemuda Bunuh Tukang Becak Demi Kuasai Uang Hanya Rp 7.500 untuk Beli Miras

Kayu-kayu yang dikumpulkan kemudian diletakkan di becak miliknya, hingga memenuhi kursi penumpang.

Becak berisi tumpukan kayu tersebut dihargai sebesar Rp 40 ribu saja.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved