Breaking News:

Maradona Meninggal Dunia

Puluhan Ribu Abaikan Covid-19 Antar 'Gol Tangan Tuhan' Maradona, Potret Kesetiaan Amerika Latin

Puluhan ribu orang abaikan Covid-19 antar 'Gol Tangan Tuhan' Maradona, potret kesetiaan Amerika Latin pada idola olahraga mereka.

Editor: Hertanto Soebijoto
ALI BURAFI / AFP
Puluhan ribu orang abaikan Covid-19 antar 'Gol Tangan Tuhan' Maradona, potret kesetiaan Amerika Latin pada idola olahraga mereka. Foto dokumentasi: Diambil pada 9 November 2001, Diego Maradona menyapa penonton di stadion "La Bombonera" klub Atletik Boca Juniors di Buenos Aires. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona meninggal pada 25 November 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Puluhan ribu orang abaikan Covid-19 antar 'Gol Tangan Tuhan' Diego Armando Maradona, potret kesetiaan Amerika Latin pada idola olahraga mereka.

Puluhan ribu orang yang mengucapkan selamat jalan kepada mendiang Diego Maradona di Buenos Aires pada Kamis (26/11/2020) menunjukkan kesetiaan warga Amerika Latin terhadap idola olahraga dan juga seni mereka.

Sebelum disemayamkan, jenazah Maradona, yang meninggal karena serangan jantung pada Rabu, dibawa ke istana presiden di Buenos Aires.

Baca juga: Maradona Sukses di Lapangan, Punya Sisi Buruk di Kehidupan Mulai dari Narkoba Sampai Perselingkuhan

Baca juga: David Sulaksmono Jadi Saksi Mata Kehebatan Maradona di Piala Dunia U-20 1979

Puluhan ribu warga setempat memberanikan diri mengabaikan pandemi virus corona untuk memberi penghormatan kepada salah satu pesepak bola terbaik dunia yang membantu mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.

Diperkirakan akan lebih banyak warga yang memenuhi jalanan untuk memberi penghormatan ketika peti jenazah Maradona menuju ke pemakaman Bella Vista di pinggiran ibukota pada Kamis petang.

Curahan duka publik kepada meninggalnya seorang figur besar, mulai dari legenda Formula 1 dari Brazil Ayrton Senna hingga pemenang Nobel asal Kolombia Gabriel Garcia Marquez, biasa terjadi di Amerika Latin, di mana olahraga dan seni memiliki kepentingan yang berlebihan.

Baca juga: Mundari Karya Kenang Menghadapi Maradona di Piala Dunia U-20 1979

"Saya kira ada perasaan bahwa para penulis dan pesepak bola menjadi perwujudan jiwa bangsa dan benua Amerika Latin dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, apalagi oleh pemimpin politik," kata Laurent Dubois, profesor dari Universitas Duke yang menulis soal olah raga dan Amerika Latin.

"Mereka adalah tokoh nasional karena orang-orang merasa mereka menangkap esensi dari apa rasanya menjadi, katakanlah, orang Argentina atau Brazil. Dan itu sebagian karena mereka mewujudkan rasa kemanusiaan yang dalam, terlebih lagi karena sifat mereka yang tidak sempurna," kata Dubois seperti dikutip Reuters.

Ritual berduka Katolik, kehidupan di udara terbuka yang hangat, dan popularitas yang sangat besar dari olahraga menjadi faktor tambahan, kata dia.

Baca juga: VIDEO Legenda Sepak Bola Argentina Si Tangan Tuhan Maradona Meninggal Dunia

Ketika pesepak bola Garrincha meninggal karena sirosis akibat alkohol pada 1983, ratusan ribu warga Brazil memadati jalan untuk melihat peti jenazahnya diusung sepanjang 40km dari Rio de Janeiro ke kampung halamannya di Mage.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved