Breaking News:

UMKM

Bogasari dan ITS Surabaya Uji Komersial Mesin Pengering Mie dan Kerupuk untuk UMKM, Ini Harganya

Mesin oven dan steamer ini nantinya dapat menggantikan energi panas matahari yang dipakai UMKM mie kering dan kerupuk dalam proses pengeringan.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Tangkapan layar - Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma memberikan paparan tekait mesin oven dan steamer yang dibuat oleh ITS Surabaya untuk menjaga stabilitas produksi UMKM mie kering dan kerupuk yang terkendala proses pengeringan saat musim penghujan, Jumat (27/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Memasuki musim hujan kerap menjadi kendala bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang memproduksi mie kering dan kerupuk.

Hal ini dikarenakan mereka masih mengandalkan sinar matahari untuk proses pengeringan mie kering dan kerupuk dalam proses produksinya.

Maka dari itu, dalam upaya menjaga stabilitas produksi UMKM mie kering dan kerupuk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari bekerja sama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya membuat mesin oven dan steamer.

Baca juga: Untuk Bertahan di Masa Pandemi, UMKM Harus Mau Masuk Dunia Digital dengan Berbagai Pendampingan

Baca juga: Outsystems: 39 Persen Pemimpin IT Asia-Pasifik Bergantung Peralatan Pengembangan Aplikasi Visual

Gantikan energi panas matahari

Adapun tujuan pembuatan mesin oven dan steamer ini nantinya dapat menggantikan energi panas matahari yang dipakai UKM mie kering dan kerupuk dalam proses pengeringan.

Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma bercerita bahwa pada Januari 2019 lalu, banyak para perajin mie kering di kota Padang mengurangi produksi mie sanggul yang sangat popular dan menjadi oleh-oleh khas Minang.

Baca juga: Hebat, 5 Mahasiswa ITS Surabaya Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Hal ini disebabkan proses pengeringan masih menggunakan manual yakni dari sinar matahari. Sementara pada bulan-bulan Desember, Januari dan Februari adalah masa musim hujan.

"Tentunya ini menjadi kendala dalam proses produksi perajin mie kering,” ungkap Erwin Sudharma, dalam konferensi pers virtual 'Uji Komersial Mesing Pengering Mie dan Kerupuk Buat UKM', Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Harga Rp 799.000 Jam Tangan Pintar Amazfit Bip U Series Tahan Air, Ini Keunggulan dan Spesifikasinya

Baca juga: Tembus 140 Juta Unit, Penjualan Global Xiaomi Redmi Note Series, Ini Perbedaan Note 9 dan Note 9 Pro

Asisten Manajer Kemitraan UKM Bogasaari Umi Wulandari secara simbolik menyerahkan mesin Oven dan Steamer kepada Sugianto UMKM Mie Kering Iso Murni asal Surabaya dalam acara Uji Komersial Mesin Pengering Mie dan Kerupuk kerjasama Bogasari dan ITS Surabaya, Jumat (27/11/2020)
Asisten Manajer Kemitraan UKM Bogasaari Umi Wulandari secara simbolik menyerahkan mesin Oven dan Steamer kepada Sugianto UMKM Mie Kering Iso Murni asal Surabaya dalam acara Uji Komersial Mesin Pengering Mie dan Kerupuk kerjasama Bogasari dan ITS Surabaya, Jumat (27/11/2020) (Dok. Bogasari)

Teknologi tepat guna

Erwin mengatakan, hadirnya mesin oven dan steamer yang dirancang oleh ITS dengan teknologi tepat guna, sederhana dan simpel ini untuk menjawab kebutuhan UKM mie kering dan kerupuk.

Adapun pembuatan oven dan stemer ini merupakan wujud kolaborasi Dunia Usaha Dunia Industri (DuDi) yakni Bogasari, UKM, dengan institusi pendidikan.

“Kami bersyukut bisa bertemu teman-teman dari ITS pada akhir tahun 2019 dan dimulai pada awal tahun 2020 untuk memulai pengembangan teknologi inovasi ini dan fokus untuk menjawab kebutuhan UKM mie kering dan kerupuk,” ungkapnya.

Baca juga: Motor Listrik Pintar NIU, Buka Tutup Kunci dan Nyalakan Mesin via Ponsel, Lokasi Diler dan Harganya?

Baca juga: Sport Car Maserati Corse 20, Mobil Performa Terbaik China 2021, Ini Kecepatan dan Kecanggihannya

Uji komersial

Halaman
1234
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved