Breaking News:

Pilkada Karawang

Waduh, Kurang dari Dua Pekan Jelang Hari Pencoblosan, KPU Karawang Masih Kekurangan Surat Suara

Waduh, Kurang dari Dua Pekan Jelang Hari Pencoblosan, KPU Karawang Masih Kekurangan Surat Suara. kekurangan Tercatat ada Sebanyak 2.243 Surat Suara

Warta Kota
Petugas KPU Kabupaten Karawang memperlihatkan surat suara rusak hasil dari penyortiran dan pelipatan surat suara. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Kurang dari dua pekan jelang hari pencoblosan yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang mencatat masih kekurangan sebanyak 2.243 surat suara.

Kekurangan surat suara ini berdasarkan hasil penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Diketahui, sebelum dilakukan penyortiran dan pelipatan, KPU seharusnya menerima sebanyak 1.686.765 surat suara.

Namun, setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan surat suara ada surat suara baik berjumlah 1.684.522 surat suara, dan sebanyak 556 surat suara rusak.

Sehingga KPU masih kekurangan sebanyak 2.243 surat suara.

"Jadi total kekurangan surat suara dari hasil penyortiran dan pelipatan yang telah dilakukan bersama sebanyak 2.243," kata Kasum Sanjaya, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Diduga Pakai Material Abal-abal, Kejari Jaksel Telisik Proyek Saluran Air di Kebayoran Baru

Dengan temuan surat suara rusak tersebut, KPU Karawang akan membuat berita acara mengenai suara yang rusak tersebut ke perusahaan percetakan yang telah ditentukan untuk dilakukan percetakan ulang.

"Cepatnya kita akan laksanakan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang kita tunjuk untuk pemenuhan surat suara yang rusak," katanya.

Baca juga: Edhy Prabowo Tersangka, Hotman Paris Ingatkan Pesan Susi Pudjiastuti Soal Larangan Ekspor Benur

Sementara terkait pendistribusian surat suara, Kasum mengatakan pihaknya menunggu seluruh surat suara yang rusak dipenuhi kembali oleh percetakan.

Sehingga, setelah seluruhnya selesai, maka akan segera dilakukan pendistribusian surat suara.

"Untuk distribusi surat suara itu akan dilakukan setelah semuanya dapat terpenuhi dengan baik. Jadi kita tidak mungkin untuk melakukan pendistribusian secara parsial, kita ingin fix dulu sesuai jumlah kebutuhan yang ada kemudian kita laksanakan distribusi ke tiap kecamatan," ucapnya. (JOS).

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved