Breaking News:

Berita Video

VIDEO Digaji Per Surat Suara yang Dilipat, 22 Orang Sigap Siapkan Pilkada Wali Kota Tangsel

Menurutnya, para tenaga pelipat itu menerima upah pembayaran per lembar dari surat suara yang dilipatnya. 

Warta Kota/Rizki Amana
Sejumlah tenaga pelipat sedang mipat surat suara Pilkada 2020 Kota Tangsel di Gudang KPU Kota Tangsel, Rawa Buntu Serpong (Warta Kota/Rizki Amana) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - KPU Kota Tangsel melakukan tahapan pelipatan surat suara Pilkada 2020 serentak. 

Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro mengatakan pihaknya merekrut 22 orang guna pelipatan jutaan surat suara itu. 

Menurutnya, para tenaga pelipat itu menerima upah pembayaran per lembar dari surat suara yang dilipatnya. 

"Rp 150 per lembar upahnya," kata Bambang saat ditemui di bilangan Serua Indah, Pondok Aren, Kota Tangsel, Kamis (26/11/2020).

Bambang menuturkan upah tersebut diberikan pihaknya kepada 22 tenaga pelipat surat suara Pilkada 2020 Kota Tangsel. 

Ia menjelaskan para tenaga pelipat itu didatangkan pihaknya dari pekerja percetakan yang berada di sejumlah kawasan Ibu Kota Jakarta. 

"Kita melibatkan 22 pelipat yang biasanya kita melibatkan warga setempat di lingkungan Kota Tangerang Selatan kali ini tidak," ujarnya.

Ketua KPU Kota Tangsel (kiri), Bambang Dwitoro bersama Komisioner Bawaslu Kota Tangsel Divisi Hukum, Data, dan Informasi, Slamet Santosa. (Warta Kota/Rizki Amana)
Ketua KPU Kota Tangsel (kiri), Bambang Dwitoro bersama Komisioner Bawaslu Kota Tangsel Divisi Hukum, Data, dan Informasi, Slamet Santosa. (Warta Kota/Rizki Amana) (Warta Kota/Rizki Amana)

"Kita menggunakan orang yang memang ahli di dalam melipat dari tenaga percetakan. Jadi memang cepat proses pelipatan ini," imbuhnya. 

Adapun dalam proses pelipatan surat suara sebanyak 1.001.874 itu dilakukan dengan penerapan penuh protokol kesehatan Covid-19.

"Kami mempertimbangkan bagaimana penerapan protokol kesehatan tidak boleh adanya kerumunan. Kalau kita melibatkan masyarakat yang kita khawatirkan begitu banyak orang, nanti tidak memenuhi protokol kesehatan biasanya akan sulit kita mengatur warga ketika kita melibatkan warga tersebut," pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved