Breaking News:

Pemkab Bogor Perpanjang PSBB pra AKB Objek Wisata Air hingga Bioskop Masih Tutup

Pemkab Bogor Perpanjang PSBB pra AKB Objek Wisata Air hingga Bioskop Masih Tutup

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Cibinong Situ Plaza sebagai salah satu area publik di Kabupaten Bogor masih ditutup dalam PSBB pra AKB tahap keenam yang berlangsung sejak Kamis (26/11/2020) hingga Rabu (23/12/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar pra Adaptasi Kebiasaan Baru (PSBB pra AKB).

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor 543/527/Kpts/Per-UU/2020. “PSBB pra AKB ini berlaku selama 28 hari sejak Kamis (26/11 hingga Rabu (23/12),” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan di Cibinong, Kamis (26/11/2020).

Dalam PSBB kali ini, Pemkab Bogor melonggarkan jam operasional mal, ritel, restoran dan kafe hingga pukul 21.00. Sebelumnya, sektor-sektor ini hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, ada beberapa sektor yang hingga saat ini belum diizinkan beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor selama PSBB pra AKB tahap keenam ini.

Baca juga: Sekjen DPP PAN Bakar Semangat Kader PAN Depok untuk Menangkan Pradi-Afifah di Pilkada Depok

Baca juga: Tinggal Lima OPD dan Enam Kecamatan di Kabupaten Tangerang Belum Punya Aplikasi Pelayanan Publik

Sektor-sektor tersebut antara lain, kolam renang umum, water park, rumah bernyanyi (karaoke), panti pijat (refleksi), spa, dan taman publik. Sementara wisata alam serta wahana permainan dalam maupun luar ruangan diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen. Wahana permainan dalam ruangan boleh beroperasi dari pukul 10.00 - 21.00. Sedangkan wahana permainan luar ruangan dari pukul 06.00-16.00.

Pemkab Bogor juga memperketat pengawasan acara-acara yang mengundang kerumunan. Kegiatan keagamaan, olahraga, rapat besar, seminar hingga workshop diperbolehkan dengan kapasitas maksimal 60 persen. Sementara pernikahan dan khitanan maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan.

Semua kegiatan yang mengundang keramaian di atas hanya boleh melibatkan maksima 150 orang. “Kita akan memperketat dan melakukan deteksi dini semua kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian agar tidak mengulang kejadian di Megamendung,” pungkas Irwan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Tedy Hafni mengatakan telah melakukan evaluasi jelang sebulan dibukanya kembali operasional bioskop sejak Rabu (28/10)/2020. Berdasarkan laporan pengelola tempat bioskop, jumlah pengunjung masih sedikit, bahkan di bawah kapasitas maksimal yang ditetapkan, yakni 50 persen.

Baca juga: VIDEO: Cerita Yulianto, Guru SMA Negeri yang Jadi Pelatih SSB All Star Galapuri di Ciledug

Baca juga: DPRD Provinsi DKI Jakarta Dukung Pembentukan Kampung Tangguh

“Kalau secara umum, alhamdulillah belum ada hal yang harus dievaluasi. Karena kalau dilihat dari jumlah penonton, rata-rata masih rendah banget jumlahnya tuh, masih di bawah 25 persen,” kata Tedy, Kamis (26/11/2020). Saat ini, terdapat 14 tempat bioskop yang memberanikan diri untuk membuka operasionalnya.

Lantaran begitu sedikitnya pengunjung bioskop, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan pengelola maupun pengunjung.

Tedy menduga belum normalnya jumlah pengunjung di bioskop dikarenakan banyak masyarakat yang masih was-was penyebaran Covid-19. “Mungkin masih ada rasa was-was untuk nonton. Sangat wajar saat ini masyakarat belum antusias pergi ke bioskop. Mudah-mudahan meningkat sambil berjalan,” kata Tedy.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved