Breaking News:

Hari Guru Nasional

Wali Kota Bogor Ingatkan Ancaman Generasi Hilang, Sampaikan Syarat Sekolah Bogor Belajar Tatap Muka

Wali Kota Bogor ingatkan ancaman generasi hilang, Sampaikan syarat sekolah belajar tatap muka

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Repro Instagram@pradi_supriatna
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengingatkan ancaman generasi yang hilang di saat pandemi Covid-19.

Informasi yang diperoleh Wartakotalive.com dari Instagram@pemkotbogor menyebutkan mengenai Bima Arya menyampaikan syarat sekolah dapat menggelar belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

"Saat ini adalah masa yang sangat berat, tapi mari kita ikhtiar bersama-sama bahwa tidak ada generasi yang hilang," katanya saat menjadi keynote speaker Webinar memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-75 Tahun 2020 Tingkat Kota Bogor secara virtual di ruang kerjanya, Balai Kota Bogor, kemarin.

Generasi hilang yang dimaksud Bima Arya adalah anak-anak yang tidak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Sebab, pandemi ini yang belum diketahui kapan akan berakhir dan vaksin pun belum diketahui kapan bisa diberikan.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran bagi para siswa yang dilaksanakan jarak jauh atau daring membuat tenaga pendidik maupun para orang tua dihadapkan pada masalah yang tidak mudah.

"Dampaknya bagi para siswa khususnya sungguh luar biasa," kata wali kota.

Merespon apa yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengenai rencana pembelajaran tatap muka tahun 2021.

Bima Arya meminta tenaga pendidik dan pihak sekolah menyiapkan rencana tersebut sebaik mungkin.

Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan melakukan pemeriksaan semua sekolah mengenai perangkat protokol kesehatan.

Selain itu, lingkungan sekolah juga menjadi hal yang harus diperhatikan dan harus aman dari kerumunan para siswa setelah berakhirnya proses pembelajaran.

Baca juga: Ridwan Kamil Nyatakan Jumlah Warga Megamendung Bogor Positif Covid-19 Dapat Bertambah

Kepada satgas sekolah bersama aparatur wilayah Bima Arya meminta untuk memastikan hal tersebut.

"Sistem belajar juga harus dipastikan aman. Ada pembatasan kuota, masuknya digilir dan tetap ada PJJ," jelasnya.

Orang tua yang tidak memberikan izin anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka, maka siswa tersebut tidak diwajibkan mengikuti kegiatan tatap muka.

Saat ini, Disdik Kota Bogor masih merumuskan panduan teknis untuk disosialisasikan kepada semua sekolah di Kota Bogor.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved