Breaking News:

Pilkada Serentak

Pandemi Covid-19, Akademisi Akui Program Stimulus Ekonomi APPI-Rahman Tepat Guna

Pandemi Covid-19, Akademisi Akui Program Stimulus Ekonomi APPI-Rahman Tepat Guna. Berikut penjelasannya

Istimewa
Akademisi Perbanas Insititute, Mustanwir Zuhri 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program stimulus pemulihan ekonomi yang diusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri rifuddin-Rahman Bando atau Appi- Rahman dinilai akademisi tepat guna. 

Stimulus ekonomi berupa relaksasi pajak dan retribusi dinilai Akademisi Perbanas Insititute, Mustanwir Zuhri dapat meringankan beban masyarakat, khususnya pelaku usaha di tengah pandemi covid-19. 

"Peringanan pajak di masa pandemi ini sangat baik dijalankan. Namun, pelaksanaannya harus selektif mengingat pajak masih merupakan komponen penerimaan negara yang penting serta strategis," kata Mustanwir dalam siaran tertulis pada Rabu (25/11/2020). 

Baca juga: Ingin Perubahan, Warga hingga Akademisi Kini Dukung Appi-Rahman Menangkan Pilwalkot Makassar

Mustanwir mengatakan, guna mengimplementasikan program tersebut secara selektif dan efektik terdapat tiga poin utama yang harus diperhatikan. 

"Peringanan pajak diberikan kepada, usaha yang menyediakan pangan pasar dalam negeri untuk menjamin ketersediaan barang konsumsi untuk tujuan survival," ujar Mustanwir. 

Lebih lanjut dipaparkannya, peringanan pajak turut diberikan kepada perusahaan berorientasi ekspor untuk menyokong peningkatan devisa. 

Baca juga: Juri Indonesias Next Top Model 2020 Luna Maya Heran Model yang Laku di Indonesia Malah dari Luar

"Penduduk untuk PBB rumah yang ditinggali dan pajak kendaraan bermotor dan tayasan pendidikan, agar proses pendidikan tetap berlangsung," tegas Mustanwir. 

Sedang untuk poin kedua, kata Mustanwir, sektor usaha yang tidak perlu menerima peringanan pajak adalah perusahaan yang tidak mengalami slowdown.

"Yang berarti selama pandemi, misalnya perusahaan farmasi dan logistik (kurir)," tutur dia.

Ia menambahkan, untuk point ketiga keringanan pajak hanya diberlakukan dan bersifat sementara sampai dengan berakhirnya masa pandemi corona atau covid-19. 

"Sampai kondisi pulih kembali," jelasnya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved