Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Wagub DKI Ingatkan Warga yang Tolak Swab dan Vaksin Bakal Didenda Rp 5 juta, Kabur Rp 7,5 Juta

Wagub DKI Ingatkan Warga yang Tolak Swab dan Vaksin Bakal Didenda Rp 5 juta, Kabur Rp 7,5 Juta. Berikut Penjelasannya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
bhayangkara-footballclub.com
Wahyu Tri Nugroho saat menjalani swab test di mes Bhayangkara FC di Kebayoran Baru, Jakarta 

“Melakukan swab untuk memastikan keamanan keselamatan dirinya, keluarganya dan lingkungannya dan untuk kita semua. Jadi kami minta semuanya patuh dan taat,” ungkapnya.

Baca juga: Didesak Swab Test, Polisi Tidak Perlu Repot dan Perhatian, Habib Rizieq Akui Sudah Siapkan Tim Swab

Senada diungkapkan Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono. Politisi Partai Demokrat ini meminta warganya untuk patuh terhadap regulasi yang ada.

“Mengenai sanksi itu merupakan amanat Perda sehingga warga harus mematuhi aturan tersebut,” kata Mujiyono.

Baca juga: Hore, Disetujui Ridwan Kamil, Upah Minimum Kota Depok Resmi Naik Jadi Rp 4,3 Juta Tahun Depan

Mujiyono mengatakan, pengenaan sanksi maksimal Rp 5 juta karena menolak swab tes dan vaksin telah diatur dalam Pasal 29 di Perda Nomor 2 tahun 2020.

Nilai denda itu sama besarnya bagi orang yang mencoba membawa jenazah yang berstatus probable atau konfirmasi positif.

Namun bagi pihak yang melakukan tindakan tersebut disertai ancaman, dapat dikenakan denda Rp 7,5 juta.

Bahkan sanksi Rp 5 juta dapat berlaku bagi orang yang kabur dari fasilitas isolasi dari pemerintah ketika terbukti positif Covid-19. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved