Breaking News:

Festival Seni

Jagadmaya.id Tawarkan Cara Baru Menikmati Seni Visual Secara Digital, Ini 3 Artis yang Dilibatkan

Jagadmaya.id menawarkan cara baru untuk menikmati seni visual secara digital. Perhelatan berlangsung mulai Sabtu (21/11/2020) sampai 31 Desember 2020.

Dokumentasi Jagadmaya.id
Project Director Jagamaya.id Ishari Sahida atau Ari Wulu (kanan) disela peluncuran Jagadmaya.id di Yogyakarta, Sabtu (21/11/2020). Seni visual virtual itu akan digelar di Jagadmaya.id mulai 21 November 2020 hingga 30 Desember 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, YOGYAKARTA- Jagadmaya.id menawarkan cara baru untuk menikmati seni visual secara digital.

Perhelatan berlangsung mulai Sabtu (21/11/2020) sampai 31 Desember 2020 di www.jagadmaya.id.

Seni visual ini menjadi sebuah perjalanan melintasi ruang dan waktu secara virtual.

Baca juga: Sajikan Karya Seni Berbagai Medium, Media Art Globale 2020 Diikuti 21 Seniman Lokal Internasional

Baca juga: Malam Ini Video Mapping Sumpah Pemuda Garapan JVMP Diputarkan Terakhir di Gereja Katedral Jakarta

Ada beberapa ruang yang berisi karya visual artist dalam format 360. Karya ini diapresiasi melalui kacamata virtual reality (VR).

Karya-karya yang ditampilkan dalam Jagadmaya.id merupakan pengembangan tema utama Multiverse Voyager. Jadi, karya yang bisa dinikmati pun bertema ruang dan realita yang imajinatif.

Menurut Project Director Jagadmaya.id, Ishari Sahida, tema alam semesta selalu relevan diusung dalam peradaban manusia. Alam semesta selalu digambarkan dengan sangat besar dan tidak terbatas.

Seni visual virtual Jagadmaya.id digelar di Jagadmaya.id mulai 21 November 2020 hingga 30 Desember 2020.
Seni visual virtual Jagadmaya.id digelar di Jagadmaya.id mulai 21 November 2020 hingga 30 Desember 2020. (Dokumentasi Jagadmaya.id)

"Alam semesta tidak tunggal, ada semesta-semesta lain di luar tempat tinggal kita sekarang," kata Ari Wulu, sapaan akrab Ishari Sahida, disela peluncuran Jagadmaya.id di Yogyakarta, Sabtu (21/11/2020).

Ari Wulu menyatakan, Jagadmaya.id menjadi 'jembatan' yang menghubungkan dimensi tidak kasat mata atau hiperealitas.

Karya-karya yang ditampilkan belum tentu sama dengan dimensi yang menjadi tempat tinggal manusia saat ini.

Baca juga: Monas Menampilkan Video Mapping Sejarah Perjalanannya Secara Langsung Kisahnya di Tugu Monas

Baca juga: Apa Saja Kendala yang Dihadapi Jogjakarta Video Mapping Project Menghias Gereja Katedral Jakarta?

Teknologi 360 yang digunakan untuk menikmati karya seniman hanya instrumen kecil supaya 'realita palsu' bisa dirasakan secara nyata.

Halaman
123
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved