Sport

Sepak Takraw Kota Tangerang Pikirkan Jalur Mutasi Atlet di Porprov 2022

Cabang olahraga sepak takraw Kota Tangerang sedang bersiap hadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 yang digelar di Banten.

Sepak Takraw Kota Tangerang Pikirkan Jalur Mutasi Atlet di Porprov 2022
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Haji Dirman, ketua sepak takraw Kota Tangerang

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Sepak Takraw Kota Tangerang, Dirman, mengatakan bahwa pihaknya berencana menggunakan jalur mutasi, karena kekurangan atlet sepak takraw.

Hal itu terjadi, karena pemuda kurang berminat dengan sepak takraw.

Meski pernah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, tetap saja sepak takraw sepi penggemar dibandingkan dengan futsal atau pun sepak bola.

Ditambah lagi dengan pembinaan yang belum maksimal di setiap jenjang pemula (anak-anak SD) junior, dan, senior.

"Di Kota Tangerang memang sulit mencari atlet sepak takraw. Meski melatih mereka mudah, tetapi daya minat sepak takraw rendah," kata Dirman kepada Warta Kota.

Oleh karena itu, dia berniat memutasi atlet sepak takraw.

Dirman sudah mengetahui prosedur mutasi atlet dan akan mencoba mencari atlet dari wilayah lain.

"Bagaimana caranya yang penting dia sah dalam tata tertib administrasi aturan KONI Pusat. Ini masuk rencana saya," ujar Dirman.

Butuh Kekompakan

Selain itu, Dirman menuturkan bahwa untuk menyetak seorang atlet sepak takraw yang sukses membutuhkan dukungan dari orangtua.

"Kekompakan atlet, orangtua, pengurus, dan pelatih mampu memberikan 70 persen memengaruhi peningkatan perkembangan atlet," terang Dirman.

Dirman berusaha untuk dekat dengan keluarga atlet demi mempermudah pembinaan atlet tersebut.

Dirman menjelaskan tak mudah pula meluluhkan hati orangtua, ia menceritakan dirinya pernah menerima penolakan dari orangtua.

"Saya pernah dapat atlet sepak takraw Kota Tangerang. Saya temui keluarganya agar anaknya dibina di provinsi, tetapi orangtuanya menolak karena takut sekolah anaknya terganggu. Hal itu tidak bisa saya paksakan," tutur Dirman.

Menurut Dirman, sulit memastikan atlet berhasil di sekolah dan juga di olahraga jika tidak ada kekompakan atau koordinasi antar semuanya.

Belum lagi soal kesejahteraan atlet sepak takraw yang diprediksi sulit untuk di samaratakan dengan raihan atlet di sepak bola, baik penggajian maupun uang pembinaan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved