Breaking News:

Berita Nasional

RUU Larangan Minuman Beralkohol Tuai Penolakan Keras, DPR Sebut Baru Wacana, Ini Kata Muhammadiyah

RUU larangan minuman beralkohol menuai penolakan keras, DPR sebut baru wacana. Muhammadiyah mengatakan, RUU minuman beralkohol bukan Islamisasi.

Editor: Hertanto Soebijoto
Medical News Today
RUU larangan minuman beralkohol menuai penolakan keras, DPR sebut baru wacana. Ilustrasi: menolak mengonsumsi minuman beralkohol. 

WARTAKOTALIVE.COM, KUPANG - RUU larangan minuman beralkohol menuai penolakan keras, DPR sebut baru wacana.

Sementara itu Muhammadiyah mengatakan, RUU minuman beralkohol bukan Islamisasi.

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI menyatakan bahwa rancangan undang-undang (RUU) minuman beralkohol yang dalam beberapa pekan terakhir ramai dibicarakan mengatakan, draf RUU itu baru wacana saja.

Video: Jaringan Media Tribunnews, Tribun Network Hadir di Provinsi Banten

"Ya RUU minuman beralkohol ini sampai saat ini masih bersifat wacana," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Rabu (18/11/2020).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan adanya penolakan dari beberapa perajin minuman beralkohol di NTT yang menyatakan, jika UU itu disahkan maka akan mematikan perekonomian mereka.

Melki Laka Lena mengatakan, pembahasan soal RUU minuman beralkohol ini sudah pasti akan memakan waktu yang panjang dan pastinya pembahasan UU tersebut akan melibatkan berbagai pihak.

Baca juga: Berikut Lima Jenis Minuman Beralkohol yang Dilarang Keras di Dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol

Baca juga: Terkait RUU Larangan Minuman Beralkohol, Wakil Ketua DPR Minta Masyarakat Tidak Perlu Berlebihan

Menurut Melki, UU yang dibuat seharusnya tidak boleh mematikan usaha masyarakat yang selama ini berjalan.

Tetapi jika UU dibuat untuk membatasi atau mengatur bagaimana produksi minuman beralkohol benar-benar tepat, maka ia menyetujuinya.

"Jadi UU itu dibuat atau disahkan tentu kalau dalam konsep membatasi atau mengatur bagaimana produksi dan distribusi minol itu benar-benar tepat itu, oke. Tetapi kalau sampai membatasi usaha bahkan mengganggu hajat hidup orang banyak yang selama ini sudah hidup dengan baik dari produksi minuman beralkohol ini tentu tak bisa diterima," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved