UMKM

LPEI Indonesia Eximbank Beri Fasilitas Pinjaman untuk UMKM Berorientasi Ekspor, Ini Syaratnya

Dari alokasi dana Rp 500 miliar untuk fasilistas pinjaman UMKM berorientasi ekspor, dana yang baru terserap hingga saat ini mencapai Rp 247 miliar. 

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Tangkapan layar - Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Djoko Retnadi memberikan paparan terkait pembiayaan dari LPEI bagi UMKM beriorientasi ekspor, saat website seminar (Webinar) Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN): “Inovasi UMKM Milenial Era Pandemi”, Jumat (14/11/2020). 

“Jika ada UKM yang penjualannya melebihi angka Rp 50 miliar dalam setahun tidak boleh menikmati fasilitas pinjaman ini...."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendapat mandat melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk memberikan pembiayaan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berorientasi ekspor.

Mandat tersebut berdasarkan KMK 372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor (PKE UKM) sebagai salah satu program pemulihan ekonomi nasional (PEN) selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Mau Dapat Double Diskon saat Kirim Paket? Ini Keunggulan Dua Layanan Terbaru Aplikasi Lion Parcel

Baca juga: Dua Oli Ecstar Suzuki Meluncur, Ini Keunggulan Gear Oil ECSTAR 75W-90 API GL-4 dan 80W-90 API GL-5

Alokasi dana Rp 500 miliar

Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), Djoko Retnadi melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tersebut LPEI diberi amanah untuk menyalurkan pinjaman dengan alokasi dana senilai Rp 500 miliar yang sudah dimulai sejak September lalu.

Adapun jangka waktu PKE ini berlangsung hingga 31 Desember 2025.

“Pinjaman diberikan untuk pelaku usaha pada segmen kecil dan menengah menurut UU No.20 Tahun 2008 yang berorientasi ekspor dengan tujuan seluruh negara mencakup seluruh sektor usaha dan komoditas baik barang atau jasa,” ungkap Djoko saat website seminar (Webinar) Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN): “Inovasi UMKM Milenial Era Pandemi”, Jumat (14/11/2020).

Baca juga: Kondisi UMKM Saat Pandemi Masih Berat, Teten Masduki Bakal Perpanjang Pemberian BLT Produktif UMKM

Baca juga: Program Bantuan UMKM Diperpanjang Hingga Tahun Depan, Berikut Syarat & Cara Mendapatkannya

Djoko menyebutkan, dari alokasi dana Rp 500 miliar, dana yang baru terserap hingga saat ini mencapai Rp 247 miliar. 

Menurutnya, kriteria UKM yang mendapat mengakses pembiayaan yakni memiliki kegiatan usaha minimal 2 tahun, memiliki laporan keuangan 2 tahun terakhir, serta UKM yang memiliki raihan penjualan di bawah Rp 50 miliar setahun.

“Jadi jika ada UKM yang penjualannya melebihi angka Rp 50 miliar dalam setahun tidak boleh menikmati fasilitas pinjaman ini. Karena pembiayaan ini khusus untuk UKM yang penjualannya di bawah Rp 50 miliar setahun,” jelasnya.

Baca juga: Narratos dan Gojek Luncurkan Aplikasi Tokotown Pro, Hubungkan Pelaku UMKM dengan Content Creator

Baca juga: Catat! Ini Tata Cara Pengajuan Banpres Hingga Jenis Usaha yang Bisa Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Suku bunga 6 persen

Djoko menambahkan, bagi UKM yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini dikenakan suku bunga maupun margin sebesar enam persen. Menurutnya, suku bunga tersebut sudah ternasuk mendapatkan fasilitas perlindungan piutang dagang ekspor dan premi penjaminan kredit. “Itu sudah all in, tidak ada biaya lagi,” sebutnya.

Lebih menariknya lagi, lanjut Djoko, selain suku bunga maupun margin sebesar 6 persen, untuk jaminan atau agunan yang dikenakan hanya 30 persen. “Misalnya jika mau pinjam Rp 1 miliar, maka agunan atau aset yang diserahkan ke LPEI cukup 30 persennya saja atau Rp 300 juta,” ungkapnya.

Pencairan dana maksimal 30 hari kerja

Bagi UKM yang ingin memandapatkan fasilitas pembiayaan di LPEI, tentunya harus melewati beberapa proses, mulai dari pengajuan surat permohonan ke LPEI, penyerahan dokumen, analisis data hingga pencairan pembiayaan.

 “Apabila dokumen sudah lengkap, Service Level Agreement (SLA) bisa melakukan pencairan kredit maksimum 30 hari kerja setelah seluruh dokumen dari calon debitur dinyatakan lengkap oleh LPEI.

Adapun untuk plafon yang diberikan kepada segmen kecil yakni mulai dari Rp 500 juta sampai dengan Rp 2 miliar dan segmen menengah mulai Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar. Untuk plafon di atas Rp 10 miliar, calon debitur wajib memiliki laporan keuangan teraudit tahunan untuk periode terakhir.

Tiga level pembiayaan

Perlu diketahui, LPEI memiliki tiga pilar bisnis, yakni pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi. Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald Grisanto menjelaskan, bahwa di LPEI memiliki tiga level pembiayaan, yakni pembiayaan bersifat komersial, pembiayaan berasal dari program pemerintah dan pembiayaan yang sifatnya Corporate Social Responsibility.

“Yang komersial sifatnya sama seperti pembiayaan di bank-bank lain, tapi kalau fokus pembiayaan kami di ekspor. Untuk program pemerintah suku bunganya rendah sekali karena pembiayaan diperoleh dari dana penyertaan modal negara (PMN). Kalau yang sifatnya CSR memang penggunaannya di fokuskan untuk komunitas,” jelas Gerald

Pelatihan dan pendampingan

Sementara untuk jasa konsultasi hadir dalam beberapa program, diantaranya Coaching Program for New Exporters (CPNE), Capacity Building dan Corporate Social Responsibility.

“Peran jasa konsultasi ini memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UKM yang berorientasi ekspor. Jadi semua orang yang datang ke LPEI belum tentu sudah ekspor, tapi yang jelas memang usahanya telah berjalan dan produknya unik,” ujarnya.

Ia mencontohkan seperti halnya produk kakao atau cokelat asal Jembrana Bali yang memiliki aroma khas yang asam. Produk cokelat yang dihasilkan tersebut bukan untuk produksi massal, tapi digunakan untuk butik cokelat. “Yang beli cokelat tersebut adalah chef-chef yang ada di Eropa,” ujar Gerald. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved