Breaking News:

Terima Aduan Korban Pemecatan PT AIA Financial, Anggota Komisi XI DPR: Ini Kasus Serius

Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih, menerima pengaduan kasus pemecatan sepihak agen dan karyawan asuransi PT AIA Financial, Senin (16/11/2020).

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih menerima pengaduan kasus pemecatan sepihak agen dan karyawan asuransi PT AIA Financial, Senin (16/11/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih, menerima pengaduan kasus pemecatan sepihak agen dan karyawan asuransi PT AIA Financial, Senin (16/11/2020).

Hadir dalam pertemuan tersebut 3 orang korban, yaitu Kenny Leonara Raja (agen), Jethro (agen), dan Surianta Tarigan (karyawan) beserta kuasa hukumnya, Sarmanto Tambunan.

Kenny Leonara Raja dalam kesempatan tersebut mengaku ia sudah 14 tahun menjadi agen di AIA, dan merasa dizalimi karena pemecatan sepihak tersebut.

Baca juga: Ada Kerumunan saat Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Akan Diminta Pertanggungjawaban oleh Allah SWT

“Saya dituduhkan yang tidak-tidak, ketika dijatuhkan SP3, saya tidak pernah dipanggil, diwawancara."

"Akibatnya hak-hak saya tidak diberikan perusahaan. Nasabah saya mengalami kerugian besar, saya merasa nama saya juga dicemarkan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Surianta Tarigan, ia mengaku di-PHK sepihak tanpa surat peringatan (SP).

Baca juga: Doni Monardo Tegaskan Acara Rizieq Shihab di Petamburan Tak Berizin, Minta Maaf Bagikan Masker

“Saya dipanggil ke Jakarta dan langsung dipecat, dan pesangon saya tidak dibayarkan sesuai UU Tenaga Kerja."

"Sampai sekarang hak-hak saya tidak diberikan, bahkan surat pengalaman kerja pun hingga detik ini tidak diberikan oleh perusahaan."

"Saya juga dipaksa di bawah tekanan dan ancaman untuk menandatangani, menerima PHK tersebut, dan jumlah pesangon seperti yang mereka tentukan sepihak," tambahnya.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 yang Dievakuasi Pakai Bus Sekolah Menurun, Rata-rata 50 Orang per Hari

Mereka menambahkan, dalam proses mendapatkan keadilan, korban telah menempuh berbagai cara, termasuk lewat jalur hukum, namun hingga saat ini prosesnya jalan di tempat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved