Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin (16/11) Jakarta Cerah Berawan Pagi, Hujan di Jaksel Jaktim Siang

Berdasarkan pada prakiraan cuaca di Jakarta Senin 16 November 2020 pagi nanti, seluruh wilayah Jakarta cerah berawan.

Penulis: Andy Pribadi | Editor: Andy Pribadi
bmkg.go.id
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin (16/11) Jakarta Cerah Berawan Pagi, Hujan di Jaksel Jaktim Siang, tampak foto grafis prakiraan cuaca di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin 16 November 2020 pagi. 

Pihak BMKG pada prakiraan cuaca di Bodetabek Senin 16 November 2020 menyampaikan peringatan dini potensi hujan disertai angin dan petir di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang.

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga menjelang malam hari di wilayah Kab Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kab Karawang," tulis BMKG pada situsnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca di Bodetabek Senin 16 November 2020, suhu udara di Bogor 22-32 derajat Celsius, Depok 23-33 derajat Celsius, Tangerang 24-33 derajat Celsius, Bekasi 23-34 derajat Celsius, dan Karawang 23-34 derajat Celsius.

Waspada Intensitas Hujan Lebat hingga Akhir Tahun, BMKG: La Nina Berdampak pada Kenaikan Curah Hujan

Anomali cuaca akibat fenomena La Nina di Samudera Pasifik mulai terasa dampaknya di Indonesia.

Akibat La Nina, curah hujan jauh lebih tinggi dibanding pada kondisi normal sehingga memperbesar potensi bencana hidrometereologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan pada bulan Oktober yakni sebagian Sumatera, Jawa Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Baca juga: UPDATE Jenazah Cai Changpan Tiba di RS Polri Kramat Jati

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, rata-rata La Nina di Indonesia menimbulkan dampak kenaikan curah hujan sebanyak 40 persen dibanding kondisi normal. 

Puncak La Nina diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021.

Fenomena La Nina dan potensi dampaknya juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. 

Baca juga: Tertarik Menanam Genjer? Simak Tips Berikut Ini dan Cara Mengolahnya agar Terasa Lezat Dikonsumsi

Presiden meminta masyarakat lebih tanggap bencana dan mempersiapkan diri mengantisipasi dampak badai La Nina terutama di tiga sektor yakni pertanian, perikanan, dan perhubungan.

Jika kurang antisipasi, bencana hidrometereologi akibat fenomena La Nina bisa mengganggu rantai produksi dan ekonomi.

Demikian pula ancaman banjir yang timbul akan mempersulit upaya mengatasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali.

Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas PDIP dan Gerindra Naik tapi Sejumlah Parpol Menurun, Ada Apa ya?

Lebih tanggap bencana akan mengurangi dampak anomali La Nina.

Lebih lengkap simak dialog selengkapnya bersama Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Rajab. 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved