Maulid Nabi

Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra: Ambil Hikmah dari Pandemi Covid-19

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah ditanggapi Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Editor: Panji Baskhara
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Yusril Ihza Mahendra 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah ditanggapi Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Melalui virtual zoom, Yusri Ihza Mahendra menyampaikan di momentum kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, bisa jadikan semangat pengabdian ummat.

Selain itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga sebagai bentuk pengingat para kader-kader PBB.

Menurut Yusril, Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengingatkan akan perjuangan Nabi Muhammad SAW, dalam menyiarkan Islam, mengenang kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Memakai Baju Koko Putih dan Kopiah Warna Hitam Ariza Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Usai Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkot Jakbar Minta Warga Gencarkan Ronda Covid-19

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Jelaskan 3 Dalil Dalam Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ia menambahkan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga harus jadi sesuatu yang bermakna dan penuh dengan hikmah.

Semua umat mengetahui Rasulullah sebagai teladan, dan sebagai contoh yang baik.

Yusril berharap keluarga besar PBB bisa mengambil hikmah dan teladan Nabi Muhammad SAW di masa pandemi ini.

“Sesuatu musibah ada hikmahnya, saya berharap keluarga besar PBB bisa mengambil hikmah dari pandemi ini"

"Terus merapatkan barisan, konsolidasi dan bergerak lebih baik di pemilu 2024,” kata Yusril dalam virtual zoom, Sabtu (14/11).

Sekjen DPP PBB Afriansyah Noor mengatakan, momen Maulid Nabi Muhammad SAW seyogyanya digunakan untuk berefleksi agar umat semua bisa semakin meneladani akhlak Rasulullah.

"Beliau selalu lemah lembut kepada sesama, penuh kasih sayang kepada umat, ikhlas berjuang"

"Tulus meski disakiti. Tiada pamrih dalam mengabdikan diri kepada umat.

Sekjen DPP PBB Afriansyah Noor dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Besar DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Jakarta, yang dihadiri Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, penceramah Ustaz Dasad Latief, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Sabtu (14/11/2020).
Sekjen DPP PBB Afriansyah Noor dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Besar DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Jakarta, yang dihadiri Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, penceramah Ustaz Dasad Latief, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Sabtu (14/11/2020). (Istimewa)

Spirit pengabdian itulah yang harus kita serap dan aplikasikan di kehidupan sehari-hari, di mana masyarakat kita harus selalu digelorakan dalam semangat tolong menolong dan gotong royong," jelasnya.

Sementara penceramah Ustaz Dasad Latief menjelaskan, bagaimana umat zaman sekarang bisa meneladani Nabi kalau tidak tahu sejarah Nabi.

Oleh karena itu harus ditanamkan sejak dini cinta kepada Rasulullah.

“Mari meneruskan seluruh kebaikan-kebaikan yang sudah ada dengan terus menyempurnakannya tiada henti"

"Semoga semua mendapat syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW kelak di yaumul qiyamah,” katanya.

“PBB sebagai partai Islam harus bisa meneladani kebaikan Rasulullah. Jangan sampai pengurus partai tidak mempunyai ilmu"

"jika PBB ingin berjaya maka terus belajar menuntun ilmu. PBB harus lebih baik dari partai lain,” tegasnya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam sambutannya mengatakan, ada hikmahnya di masa pandemi ini masyarakat bisa menyempurnakan akhlak Rasulullah.

Menurut Riza, ada dua contoh yang harus diteladani dari Rasulullah di masa pandemi, yaitu hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan.

“Di masa pandemi ini saya sangat bersyukur karena banyak masyarakat yang patuh dengan kesehatan dan selalu menjaga kebersihan,” ucapnya.

Ustaz Abdul Somad Jelaskan 3 Dalil Dalam Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tiap tahun, bagi umat Islam.

Ia menjelaskan tiga dalil Maulid Nabi yang bisa menjadi dasar hukum, memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal.

Diketahui menurut pandangan sejumlah ulama, Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah.

Nabi lahir dari ibu Aminah binti Wahab dan ayah Abdullah bin Abdul Muththalib.

Sejumlah umat Islam memperingati hari lahir Nabi tidak hanya bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awal, namun selama satu bulan penuh dengan berbagai amalan. Lantas apa dalilnya?

Berikut tiga dalil Maulid Nabi dikutip dari ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) di channel Youtube Para Pejalan.

1. Dalil yang pertama, Ustaz Abdul Somad menceritakan soal Imam Ibnu Hajar al-' Asqalani dikutip Jalaluddin as-Suyuthi tentang Nabi Muhammad SAW sampai ke Madinah.

Nabi menjumpai orang Yahudi tak makan dan tak minum. 'Nabi bertanya, hari apa ini kenapa kalian tak makan?

Kenapa kalian tak minum?', mereka menjawab 'hari ini Allah menyelamatkan Musa dan hari ini Allah menenggelamkan Firaun. Itulah yang disebut hari Asyura tanggal 10 Muharram," jelas UAS.

UAS melanjutkan maknanya, bahwa pasa tangga 10 Muharram Allah menyyelamatkan Musa dan Bani Israil berpuasa.

"Maka apa kata Nabi? 'Aku lebih berhak daripada Musa dari ppada kalian, maka Nabi melaksanakan puasa, umat Islam melaksanakan puasa, setiap tahun setiap tanggal 10 Muharram. Kalau pada tanggal 10 Muharram setiap tahun boleh diulang-ulang padahal Musa diselamatkan sudah 3000 tahun yang lalu.

Diulang puasa itu setiap tahun karena bersyukur kepada Allah. Kalau selamatnya Musa boleh diulang tiap tahun, apalagi selamatnya Nabi Muhammad SAW," terang UAS kepada jamaah.

2. Dalil yang kedua, UAS bercerita soal Imam Al Bhalqi.

Ustaz Abdul Somad membacakan satu hadis bahwa umat manusia harus ingat tentang nikmat Allah.

"Ingatkanlah mereka tentang nikmat Allah SWT, hingga nikmat yang lebih besar dari nikmat sawit, nikmat gas, nikmat minyak bumi, yakni nikmat datangnya Sayyidina Muhammad SAW.

Ingatkan mereka tentang nikmat Allah SWT, ingatkan mereka tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW," jelas UAS.

3. Dalil ketiga, Ustaz Abdul Somad menjelaskan soal kelahiran Muhammad SAW.

"Ada seorang laki-laki namanya Abu Lahab, Abu Lahab punya seorang budak namaya Suwaibah yang ditugaska menjaga adik iparnya, Aminah," kata UAS.

Aminah lantas melahirkan Muhammad SAW pada 12 Rabiull Awal, hari Senin.

Suwaibah lantas memberi kabar pada Abu Lahab.

Abu Lahab merasa senang karena adiknya yang meninggal sudah digantikkan dengan keponakannya.

Saking bahagianya, lantas Abu Lahab membebaskan budak bernama Suwaibah, sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut.

Hari itu merupakan sedekah terbesar Abu Lahab sehingga dosanya diringankan tiap hari Senin.

Kisah Abu Lahab tersebut termaktub pada Kitab Navadim Zajip Antusoha yang ditulis oleh Sayid Muhammad Bin Alwi Bin Abbas Al Hasani Al Maliqi, ulama besar Mekkah Al Mukaromah.

"Buka kitabnya, sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia," kata Ustaz Abdul Somad.

Dia pun mengatakan jika ada orang yang tidak pernah salat namun merayakan Maulid Nabi, maka akan diringankan dosanya pada hari Senin.

Sehingga ia menyimpulkan bahwa Maulid Nabi adalah satu di antara amal sholeh, asal tidak ada niat macam-macam dan hanya mengaggungkan Nabi Muhammad SAW.

Ia menambahkan, pemimpin ulama besar dunia, Syeh Yusuf Al Qordhawi menceritakan bahwa sahabat nabi tidak merayakan Maulid Nabi lantaran mereka hidup bersama Nabi, makan bersama Nabi, salat dengan Nabi, dan menengok Nabi.

Namun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, pada masa Tabiin tidak ada orang yang mengenang hari lahir Nabi, hingga suatu saat ada satu di antara sahabat Nabi membawa anak mereka di atas bukit Uhud.

Di sana sahabat Nabi tersebut mengenalkan Nabi Muhammad SAW.

Maka Ustaz Abdul Somad berkata, tujuan peringatan Maulid Nabi yakni mengenalkan Nabi, anak Nabi, hingga cucu Nabi.

(Wartakotalive.com/CC/Surya.co.id)

Seabgian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ini Dalil Maulid Nabi Penjelasan Ustadz Abdul Somad, Boleh Diperingati Setiap Tahun

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved