Breaking News:

Dinilai Berkembang Pesat, Pemerintah Diminta Fokus Program Jangka Panjang Pembangunan Pertanian

Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian yang akan datang.

Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Institut Pertanian Bogor (IPB) Sahara menyebut Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dinilai mampu membawa perubahan besar terhadap kemajuan sektor petanian Indonesia.

Lebih dari itu, SYL bahkan dinilai sukses memenuhi kesejahteraan petani, meski ia baru setahun menduduki jabatan Menteri.

Kemudian, sektor pertanian dibawah komando Mentan Syahrul mampu merealisasikan semangat gotong royong serta menjadikannya sebagai penopang utama bagi tumbuh kembangnya ekonomi nasional.

Baca juga: Gugat Hasil Pemilu AS, Donald Trump Galang Dana Rp 852,6 Miliar

Baca juga: Dijadwalkan Tiba 10 November,Ribuan Anggota FPI dari Aceh akan Jemput Habib Rizieq di Bandara Soetta

Baca juga: Akhirnya Joe Biden Menang Pilpres AS, Berikut Hasil Votingnya

"Karena itu, ke depan sebaiknya pemerintah fokus pada program jangka panjang untuk pembangunan pertanian dan industry hilirnya. Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian yang akan datang," kata Sahara, Sabtu (14/11/2020).

Bagi Sahara, kerja keras Kementan dalam memenuhi kecukupan pangannya patut mendapat apresiasi dari semua pihak.

Melalui program percepatan tanam, Kementan terbukti mampu meningkatkan angka produksi yang berdampak pada kesejahteraan petani.

"Kinerja yang sangat bagus karena hasilnya sangat kelihatan. Pertanian Indonesia terus berkembang pesat," katanya.

Sebagai informasi, Kementan berhasil meningkatkan ekspor pertaniana menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor pertanian hingga kuartal III tahun 2020 mencapai Rp, 304,5 triliun atau naik 10 persen disbanding periode yang sama di tahun 2019.

Di samping itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Oktober 2020 juga tumbuh sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen jika dibandingkan NTP pada September 2020 yang hanya sebesar 101,66.

Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 102,42 atau naik sebesar 0,66 persen. Kenaikan terjadi karena indek harga yang dibayar petani juga naik sebesar 0,24 persen.

"Menurut saya, dukungan pemerintah serta para pelaku di sektor pertanian menjadi sangat penting untuk memperkokoh Kementan sebagai ujung tombak dalam memajukan pertanian Indonesia," katanya.

Sementara itu, Pengamat pangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Sujarwo mendorong Kementan agar menjadi motor penggerak bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Baca juga: Harga Tiketnya hanya Rp 80.000, Penumpang ini Kaget Bayar Makan dan Minum di Kereta Api Rp 45.000

Baca juga: Di Tengah Video Syur, Kini Viral Video Gading Marten Mantan Suami Gisel: Sabar Sama Ikhlas Beda lho

Baca juga: Video Syur Mirip Dirinya Beredar di Medsos. ini Pengakuan Gisel

Menurut Sujarwo, pertumbuhan sektor pertanian menjadi momentum agar produk Indonesia dapat menguasai pasa global.

"Inilah yang saya lihat dari Pak Mentan Syahrul yang memikirkan pembangunan pertanian dalam jangka panjang. Saya kira kita semua harus mendukung upaya yang diusahakan oleh Mentan Syahrul untuk menjadikan pertanian lebih maju kedepannya," tutupnya.

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved