Berita Video
VIDEO: Dugaan Pemberian Obat Kadaluarsa di Puskesmas, Gedung Pemkot Tangerang Didemo
massa yang tergabung dari Aliansi Masyarakat Tangerang itu menilai bahwa kinerja pemerintah Tangerang bobrok.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Sejumlah aktivis mendatangi Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Jumat (13/11/2020). Mereka menggelar aksi terkait dugaan pemberian obat kadaluarsa kepada pasien di Puskesmas Kunciran.
Bahkan massa yang tergabung dari Aliansi Masyarakat Tangerang itu menilai bahwa kinerja pemerintah bobrok. Rombongan pendemo tersebut menilai bahwa Pemkot Tangerang tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang menjadi hak dasar masyarakat.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Saipul Basri Koordinator Aliansi Tangerang Raya saat menggelar aksi unjuk rasa. Menurut aktifis yang akrab disapa Marcel tersebut, Pemkot Tangerang kurang serius dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya.
Terlebih pihaknya mengaku telah berkali - kali menemukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memberikan obat yang hampir kadaluarsa.
"Pelayanan kesehatan bobrok, tidak maksimal. Amburadul beberapa kali kami menemukan sejumlah pasien diberikan obat yang masa kadaluarsanya hampir habis," ujar Marcel.
Ia menyatakan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi yang menyebut obat yang hampir habis masa berlakunya tersebut masih bisa dikonsumsi oleh pasien adalah bentuk dari keteledoran. Dirinya menganggap yang bersangkutan tidak mampu mengawasi pusat - pusat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah.
"Memang betul obat tersebut belum expired, tetapi yang namanya kalau obat itu sudah memasuki bulan berjalan expired kenapa masih diberikan kepada pasien. Kan itu sangat beresiko, siapa pun saya rasa tidak akan mau mengonsumsi obat yang masa expired-nya tinggal beberapa hari lagi," ucapnya.
Marcel mengatakan di sisi lain dari segi anggaran, Dinas Kesehatan adalah salah satu Dinas yang tidak terkena rasionalisasi anggaran. Sehingga tidak ada alasan bagi Dinas tersebut untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Mereka punya anggaran, karena saat Dinas lain terkena rasionalisasi Dinas Kesehatan malah ditambah anggarannya, masa iya buat beli obat aja eggaj kuat, kan itu tidak masuk diakal," kata Marcel. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gedung-pusat-pemerintahan-kota-tangerang-pada-jumat.jpg)