Jumat, 17 April 2026

Imbas Virus Corona

Sebanyak 23 Perusahaan Bergengsi di Tangerang Gulung Tikar Imbas Pandemi Virus Corona

Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan. Tapi juga melumpuhkan sendi-sendi ekonomi.

Editor: Valentino Verry
ISTIMEWA
Ilustrasi pabrik 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan. Tapi juga melumpuhkan sendi-sendi ekonomi. 

Seperti yang terjadi di wilayah Tangerang ini. Sejumlah perusahaan di kota berjulukan "Seribu Industri" itu  terpaksa harus  gulung tikar. 

"Ada 23 perusahaan besar yang terdampak," ujar Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrian Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra, kepada Warta Kota, Jumat (13/11/2020).

Ribuan orang di Lanzhou di barat laut China dinyatakan positif mengidap penyakit bakteri menular setelah kebocoran dari pabrik biofarmasi milik negara yang membuat vaksin untuk hewan. File foto ini menunjukkan petugas kesehatan mengukur suhu penduduk di Lanzhou pada 26 Januari
Ribuan orang di Lanzhou di barat laut China dinyatakan positif mengidap penyakit bakteri menular setelah kebocoran dari pabrik biofarmasi milik negara yang membuat vaksin untuk hewan. File foto ini menunjukkan petugas kesehatan mengukur suhu penduduk di Lanzhou pada 26 Januari (Alamy life news/dailymail.)

Ia menjelaskan banyak sejumlah faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan itu bangkrut. Mulai dari segi produksi hingga penyaluran barang.

"Perusahaan yang gulung tikar ini terdiri dari sektor sepatu, otomotif, keramik dan lain sebagainya," ucapnya.

Bahkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal pun terjadi. Terakhir dialami oleh perusahaan sepatu di Cikupa yang pada bulan ini memberhentikan sebanyak 1.800 pegawainya.

"Total yang terkena PHK dan dirumahkan sebanyak 40.000 orang," kata Hendra.

Sebuah pabrik garmen Jepang yang berproduksi di China
Sebuah pabrik garmen Jepang yang berproduksi di China (scmp.com)

Hendra menyatakan pihaknya berupaya untuk menekan laju angka pengangguran yang kian tinggi. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini.

"Upaya kami dalam pengentasan pengangguran melalui BLK (Badan Latihan Kerja). Dengan pelatihan agar memiliki kompetensi sesuai pasar kerja yang dibutuhkan," ungkapnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved