Breaking News:

Omnibus Law

Jumhur Hidayat Positif Covid-19, Istrinya Kirim Surat Minta Sang Suami Dirawat Inap di Rumah Sakit

Alia Febyani, istri Jumhur Hidayat, mengirimkan surat permohonan agar suaminya bisa dibantarkan keluar dari Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS.COM/IGMAN IBRAHIM
Deklarator KAMI, Anton Permana (tengah), Jumhur Hidayat (kiri), dan Syahganda Nainggolan (kanan), saat rilis pengungkapan kasus di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Alia Febyani, istri Jumhur Hidayat, mengirimkan surat permohonan agar suaminya bisa dibantarkan keluar dari Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Surat itu ditujukan kepada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen Slamet Uliandi, dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jenderal TNI Doni Monardo.

Dalam surat itu, permohonan pembantaran rawat inap keluar Rutan Bareskrim lantaran Jumhur dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Moeldoko: Apa yang Mau Direkonsiliasikan dengan Rizieq Shihab?

Jumhur juga baru menjalani operasi batu empedu sebulan yang lalu.

Atas dasar itu, Jumhur masih dibutuhkan untuk mendapatkan perawatan intensif oleh pihak rumah sakit (RS).

Kuasa hukum Jumhur, Taufik Riyadi, menyebut surat permohonan itu akan dikirimkan kepada Kabareskrim pada Jumat (13/11/2020) hari ini.

Baca juga: Minta Kerumunan Seperti Penjemputan Rizieq Shihab Tak Terulang Lagi, Satgas Covid-19: Jangan Egois

"Suratnya baru akan disampaikan hari ini," kata Taufik lewat keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Dalam surat permohonan itu, istri Jumhur juga menyertakan 4 dasar permohonan yang bisa menjadi pertimbangan Komjen Listyo.

Pertama, sang istri bersedia menjadi penjamin izin pembantaran rawat inap RS di luar tahanan.

Baca juga: 300 Hari Harun Masiku Ditelan Bumi, ICW: KPK Jadi Lembaga yang Tak Lagi Disegani Pelaku Kejahatan

Kedua, sang istri juga menjamin sang suami tak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana, dan mempersulit jalannya pemeriksaan atau penyidikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved