Breaking News:

Tangerang

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Ungkap Tak Ada Kelalaian Dalam Pemberian Obat di Puskesmas Kunciran

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi menjelaskan bahwa petugas kesehatan di Puskesmas Pinang tidak menyalahi aturan.

Editor: Suprapto
Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi membantah bahwa pihak petugas Puskesmas Kunciran lalai dalam pemberian obat ke pasien, yakni obat kedaluwarsa. Menurut Liza meski kedaluwarsa November 2020 masih ada waktu tiga bulan untuk pemakaiannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebutkan petugas di Puskesmas Kunciran, Kecamatan Pinang, lalai dalam pemberian obat kepada warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi menjelaskan bahwa petugas kesehatan di Puskesmas Pinang tidak menyalahi aturan dalam pemberian obat kepada salah satu pasien yang berobat di Puskesmas tersebut.

"Obat yang diberikan oleh apoteker masih layak untuk dikonsumsi karena belum melewati masa kedaluwarsa obat," ujar dr Liza Puspadewi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (12/11) malam.

"Kedaluwarsa obat yang tertera di kemasan yaitu November 2020," kata Liza.

Selain itu, lanjut Kadinkes, apoteker juga telah memberikan edukasi kepada pasien untuk menghentikan konsumsi obat tersebut apabila sudah lebih dari dua minggu sejak pemberian obat.

"Tanggal pemberian obat tanggal 11 November 2020," jelas Liza.

Senada dengan Kadinkes, Plt. Kepala Balai Besar POM di Serang, Lintang Purba Jaya mengungkapkan batas kedaluwarsa obat ditentukan oleh industri farmasi berdasarkan uji stabilitas untuk menentukan kestabilan produk obat secara kimia dan fisika.

"Dihitung berdasarkan jumlah hari dalam bulan ditetapkannya waktu kedaluwarsa obat," papar Lintang.

"Misalnya kedaluwarsa obat November 2019, artinya masih aman digunakan hingga akhir bulan November 2019," terangnya.

Lintang menambahkan masyarakat juga diimbau untuk menghentikan penggunaan obat apabila terjadi perubahan fisik pada obat, seperti berubah warna atau menggumpal untuk obat yang berbentuk cair.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved