Breaking News:

Pilkada Karawang

Bakal Genjot Lagi Perusahaan Padat Karya, Jawaban Aep Saat Ditanya Warga Karawang Susah Cari Kerja

Nantinya perusahaan padat karya banyak menyerap tenaga kerja hanya berijazah SD dan SMP. Bahkan dulu ada 150 ribu masyarakat yang pernah terserap

Warta Kota/Joko Supriyanto
Aep Syaepuloh (baju putih) saat blusukan di Torojog, Dawuan Tengah, Cikampek, Karawang Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG --- Calon Wakil Bupati Karawang nomor urut 2, Aep Syaepuloh, ingin mewujudkan angannya memajukan kembali perusahaan padat karya.

Menurut Aep, cara ini bisa mengatasi jumlah pengangguran dan memberi kesempatan warga Karawang untuk bekerja mendapatkan penghasilan.

Apalagi, kata Aep, Karawang dulunya banyak perusahaan padat karya seperti pabrik garmen, pabrik tekstil dan pabrik sepatu.

Sehingga di tahun 1999 hingga 2014 banyak masyarakat yang terserap oleh perusahaan padat karya itu.

"Saya sudah bertemu yang namanya Apindo, ini adalah salah satu komunitas pengusaha. Nanti insyaallah UMK pabrik khusus akan kami berikan kepada perusahaan padat karya," kata pasangan dari Cellica Nurrachadiana ini saat blusukan ke Torojog, Dawuan Tengah, Cikampek, Kamis (12/11/2020) sore.

Nantinya perusahaan padat karya banyak menyerap tenaga kerja hanya berijazah SD dan SMP. Bahkan dulu ada 150 ribu masyarakat yang pernah terserap di perusahaan tersebut.

"Untuk itu insyaallah nanti pasca pandemi selesai pabrik itu akan buka kembali. Masa kabupaten lain bisa memberikan UMK khusus, tapi Karawang kok tidak," ujarnya.

Terkait masalah percaloan di dunia tenaga kerja, saat ini untuk melamar kerja tidak perlu lagi ke Dinasker melainkan langsung dapat melalui aplikasi Info loker Karawang, disana seluruh perusahaan yang membuka lowongan akan dapat lebih mudah di akses.

Nanti tugas Disnaker hanya menyediakan pelatihan kerja kepada calon-calon pelamar, sehingga mereka dapat skill sebelum terjun ke dunia kerja. Sebab saat ini Pabrik yang ada di Karawang membutuhkan Karyawan yang memiliki skill.

"Bayangkan masyarakat ingin masuk ke pabrik manufaktur tapi mereka memerlukan tenaga ahli. Jika tidak punya ke ahlian ya tidak bisa diterima, untuk itu itu kita berikan balai latihan kerja," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved