Breaking News:

Banjir di Ibu Kota

Warga Kebon Pala Akui, Banjir Sulit Surut dalam Waktu Enam Jam Kecuali Pintu Air Manggarai Dibuka

Ketinggian air sempat mencapai titik tertinggi yakni sekitar 50 sentimeter pada pukul 08.00.

Warta Kota
Pemukiman warga Kebon Pala, RW 04 dan RW 05 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis (12/11/2020). Banjir yang semula merendam permukiman warga sedalam satu meter itu mulai surut pada sore hari.  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Banjir merendam pemukiman warga Kebon Pala, RW 04 dan RW 05 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (12/11/2020) akibat air kiriman dari Bogor.

Seorang warga, Anita (39), mengatakan pemukimannya mulai terendam banjir sekira pukul 07.00. “Ini banjir kiriman sih, karena kemarin Jakarta hujan sedikit,” kata Anita, Kamis (12/11/2020). Ketinggian air sempat mencapai titik tertinggi yakni sekitar 50 sentimeter pada pukul 08.00. Sementara itu di wilayah bantaran Kali Ciliwung berkisar 60 sentimeter.

Anita mengatakan banjir akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam permukiman warga Kebon Pala bisa saja surut kurang dari enam jam dengan catatan tertentu. “Asal pas air lagi tinggi, Pintu Air Manggarai itu dibuka. Jadi air bisa langsung mengalir, nggak tertahan di Ciliwung,” kata Anita.

Baca juga: Jawa Tengah Kini Jadi Primadona Investasi dari Luar Negeri maupun Dalam Negeri

Baca juga: Tunggu Hasil Tes Covid-19, Valentino Rossi Terancam Absen di MotoGP Valencia 2020

Beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan banjir yang merendam Ibu Kota sudah harus surut dalam waktu kurang dari enam jam. Namun, menurut Anita target tersebut bagi warga Kebon Pala, yang menjadi langganan banjir luapan Kali Ciliwung bukan tidak mungkin terwujud.

Berbeda halnya apabila Pintu Air Manggarai tidak dibuka, air yang merendam permukiman warga baru akan surut setelah lebih dari enam jam. Hal itu berdasarkan pengalaman warga sebelumnya. “Walaupun banjir cuman satu meter, tapi kalau pintu air Manggarai nggak dibuka, surutnya bisa lebih dari enam jam,” katanya.

Sementara itu warga lainnya Rukiyah (62) mengatakan pintu Air Manggarai bisa mengatasi banjir dalam waktu kurang dari enam jam setelah berdasarkan pengalaman di masa lalu. “Kalau pintu air Manggarai dibuka ya saya percaya banjir cepat surut, kan kalau dibuka air mengalir ke laut. Kalau enggak saya enggak percaya juga bisa surut kurang dari enam jam,” ujar Rukiyah.

Baca juga: Kemendes PDTT Raih Penghargaan Mitra Bakti Husada 2020 dari Kementerian Kesehatan

Baca juga: Polisi sebut Bakal Ada Tersangka Longsornya Tanah di Perumahan Elit Melati Residence Jagakarsa

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menilai, menyurutkan banjir di Ibu Kota dalam waktu enam jam cukup sulit. Kendala itu dihadapi, apabila banjir terjadi di tempat-tempat rendah atau berada di daerah cekungan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyurutkan banjir akibat luapan air di kali dari kiriman hulu. Terutama bila daerah tersebut berada di wilayah cekungan, sehingga jalan terakhirnya adalah memakai pompa untuk menyedot air, dan mengalihkan ke kali atau sungai saat ketinggian air sudah normal.

“Kalau airnya meluap karena banjir kiriman, tentunya makan waktu lagi, dan ada beberapa tempat-tempat tertentu yang lebih dari itu. Misalnya daerah cekungan karena Jakarta ini banyak juga daerah-daerah cekungan,” kata Juaini, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: KH Imam Asrori: NU Lagi Booming, Makanya Ada Upaya Memecah Belah NU Depok di Pilkada Depok

Baca juga: Anies Minta Kafilah DKI Pertahankan Juara Umum di Ajang MTQ Nasional

“Kalau di cekungan kan, airnya harus dipompa, tidak bisa mengandalkan gravitasi. Kalau pakai gravitasi kita lihat saja dari jauh, lama-lama air surut sendiri. Tetapi kalau daerah cekungan mungkin bisa lebih dari enam jam,” tambah Juaini.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved