Narkoba

Waduh, Apartemen & Hotel Jadi Pilihan Pengguna Narkoba Sejak Tempat Hiburan Malam Tutup Pemprov DKI

Apartemen dan Hotel Jadi Pilihan Pengguna Narkoba Sejak Tempat Hiburan Malam Tutup Pemprov DKI Jakarta Imbas Pandemi Covid-19. Berikut Alasannya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers terkait pemusnahan barang bukti narkoba hasil Operasi Nila di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (12/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan tutupnya semua tempat hiburan malam di Jakarta dan sekitarnya pada masa pandemi Covid-19, membuat pengguna narkoba jenis ekstasi dan happy five beralih ke apartemen dan hotel untuk berpesta narkoba.

Karena itulah kata Nana, dalam Operasi Kewilayahan Nila Jaya 2020 selama dua pekan sejak 19 Oktober sampai 2 November pihaknya masih mendapati pengedar ekstasi dan menyita sebanyak 9.300 butir ekstasi dan 572 butir happy five.

"Memang berbeda dengan narkoba jenis lain, untuk pengguna ekstasi dan happy five ini biasanya digunakan di tempat hiburan malam untuk berpesta. Namun karena tempat hiburan ditutup di masa pandemi ini, rupanya mereka beralih ke apartemen dan kamar hotel untuk dijadikan layaknya tempat hiburan malam," papar Nana di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/11/2020).

Nana mengatakan hal ini menandakan bahwa ancaman bahaya narkoba terutama di Jakarta sudah sangat memprihatinkan.

Sebab kata dia, DKI Jakarta dan sekitarnya menjadi sasaran atau pasar utama para sindikat narkoba.

Baca juga: Istri Macron Disandingkan Monyet, UAS Tidak Berani Komentar, Khawatir Mobil Esemka Diboikot Perancis

"Sebagaimana kita ketahui bahwa narkoba merupakan mushh besar bangsa yang menjadi musuh kita bersama. Karena narkoba ini adalah ancaman serius, termasuk didalamnya seperti masalah terorisme dan korupsi," kata Nana saat pemusnahan barang bukti narkoba hasil Operasi Nila Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/11/2020).

Karena katanya peredaran narkoba yang dilakukan para sindikat bertujuan melemahkan NKRI. 

"Karena narkoba akan merusak generasi muda kita sebagai penerus bangsa. Kalau narkoba terus ada maka yang ada adalah kebodohan saja dan ini bisa dimanfaatkan negara lain untuk menguasai Indonesia," katanya.

Baca juga: Nekat Lawan Arah, Iring-iringan Mobil Dinas RI 10 Diprotes Pengendara Pajero

Karenanya kata Nana, Polri akan senantiasa terus memusnahkan peredaran narkoba di Indonesia, ternasuk di DKI.

"Karenanya komitmen kita untuk Jakarta Zero Narkoba akan terus kita tingkatkan. Permasalahan narkoba ini tergolong International Crime," katanya.

Pengguna narkoba di Ibu Kota diungkapkan Nana peredaran narkoba cukup besar.

"Beberapa waktu lalu kita ungkap 228 kg sabu, kemudian 400 kg sabu dan yang terakhir 800 kg. Hal ini menunjukkan Jakarta dan sekitarnya menjadi sasaran utama peredaran narkoba oleh sindikat narkoba," kata Nana.

Menurut Nana pengungkapan terdahulu yang dilakukan pihaknya ternyata tidak membuat para sindikat pengedar narkoba berhenti. 

Baca juga: Sebulan Hilang, Orangtua Bocah Terlantar di Kolong Flyover Asemka Menangis Jemput Buah Hatinya

"Mereka terus menyasar Jakarta dan sekitarnya. Mereka tidak akan berhenti karena nilai keuntungan yang didapat memang sangat besar," kata Nana.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved