Breaking News:

Pilkada Tangsel

KPU Kota Tangsel Akui Kesulitan Mendata Pemilih yang Ada di Tahanan

KPU Kota Tangsel mengaku sedang berkoordinasi terkait pemilih Pilkada 2020 Kota Tangsel yang berstatus sebagai tahanan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Komisioner KPU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Divisi Teknis, Ahmad Mujahid Zein saat konferensi pers di Gedung KPU Kota Tangsel. Dia sudah dinyatakan negatif virus corona setelah terinfeksi virus corona sebagai orang tanpa gejala. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - KPU Kota Tangsel mengaku sedang berkoordinasi terkait pemilih Pilkada 2020 Kota Tangsel yang berstatus sebagai tahanan. 

Komisioner KPU Kota Tangsel Divisi Teknis, Ahmad Mujahid Zein, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tangsel. 

Koordinasi dilakukan pihaknya guna mendata jumlah tahanan yang tercatat memiliki hak pilih pada kontestasi Pilkada 2020 Kota Tangsel. 

Tiga bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2020).
Tiga bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2020). (Wartakotalive/Nur Ichsan)

"Kalau itu nanti biasanya kami mendata terlebih dahulu koordinasi dengan Polres Tangsel, karena di Tangsel tidak punya Lapas," ujarnya, Kamis (12/11/2020).

"Kita hanya punya Polsek, Polres yang itu juga kadang sifatnya hanya sementara. Jadi kami pastikan sampai tanggal 9 Desember 2020," imbuhnya.

Mujahid menuturkan dalam pendataan tersebut pihaknya mengakui mengalami kesulitan para tahanan tersebut. 

Ia mengaku kesulitan itu berupa kartu identitas para tahanan yang sedang menunggu putusan pidananya. 

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bersama Wanto Sugito, Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang Selatan ketika menghadiri pengundian nomor urut kandidat Pilkada Tangsel yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Swiss Belhotel, Intermark BSD, Serpong, Tangsel pada Kamis (24/9/2020). Dalam kesempatan Saraswati tidak didampingi Muhamad yang kelelahan setelah blusukan.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bersama Wanto Sugito, Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang Selatan ketika menghadiri pengundian nomor urut kandidat Pilkada Tangsel yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Swiss Belhotel, Intermark BSD, Serpong, Tangsel pada Kamis (24/9/2020). Dalam kesempatan Saraswati tidak didampingi Muhamad yang kelelahan setelah blusukan. (Warta Kota)

"Yang masih ada di dalam berapa orang, identitas pendukungnya ada atau tidak, biasanya kesulitan kita di Lapas ini adalah KTP-nya," ucapnya.

"Identitas pendukungnya sulit ditemukan, kalau itu ada kita samakan statusnya," imbuhnya. 

Selain itu, nantinya pihak KPU bakal menugaskan para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menghampiri para tahanan itu di lokasi saat masa pencoblosan berlangsung. 

Ray Rangkuti seusai menghadiri acara Evaluasi Pemilu 2019 untuk Menuju Pilkada Tangsel 2020 di Kampoeng Anggrek, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (26/6/2019).
Ray Rangkuti seusai menghadiri acara Evaluasi Pemilu 2019 untuk Menuju Pilkada Tangsel 2020 di Kampoeng Anggrek, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (26/6/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

"Nanti KPPS jam 12 yang akan melayani pemilih yang ada di Polsek atau Polres menggunakan fasilitas bisa memilih menggunakan fasilitas bisa memilih, syaratnya dia wajib dulu terdaftar di DPT dia akan ikut proses kita keluarkan formulir A5," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved