Breaking News:

Antisipasi Penyalahgunaan, Jakarta Utara Bentuk Relawan Anti Narkotika

BNNK Jakarta Utara membentuk relawan anti narkotika untuk menjaga lingkungan supaya bersih dari penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kegiatan asistensi penguatan dalam rangka pembentukan relawan anti narkotika dilaksanakan di Ruang Rapat Kesbangpol Lantai 8 Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (12/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Asistensi penguatan dalam rangka pembentukan relawan anti narkotika dilaksanakan di Ruang Rapat Kesbangpol Lantai 8 Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (12/11/2020). 

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Jakarta Utara Indira Maharani mengatakan pembentukan relawan ini agar ikut berpartisipasi menjaga lingkungan supaya bersih dari narkotika.

"Kita harus bersinergi dalam menjaga lingkungan kita. Semua yang menjadi relawan anti narkoba adalah upaya dari P4GN," katanya.

Baca juga: Jakarta Darurat Narkoba, Puluhan Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dalam 2 Pekan Operasi Nila

Indira mengatakan dibentuknya relawan anti narkotika nantinya bertujuan sebagai penyuluh masyarakat yang memberikan pengetahuan dan pemahaman melalui sosialisasi bahaya narkoba.

Selain itu juga relawan anti narkotika tersebut juga berperan sebagai inisiator yang merancang dan mengimplementasikan program pencegahan dengan secara mandiri. 

“Juga sebagai motivator yang menggerakkan masyarakat dan fasilitator yang menjembatani BNN dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan)," ucapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan bahwa kegiatan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Sabu 1,5 Kg Diamankan

Masyarakat yang terlibat menjadi relawan anti narkoba nantinya akan dijadikan penggerak dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

"Seperti menghadapi Covid-19, semuanya harus bersama melawan narkoba, dari orang susah sampai orang kaya, dari orang biasa sampai pejabat nasional," katanya. 

Dengan adanya ini, penanggulangan penyebaran narkoba dapat dilakukan secara komprehensif dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, swasta dan dunia akademisi. 

"Narkoba ini lebih bahaya dari Covid-19, hanya saat ini tidak diekspos lagi yang kena narkoba berapa atau yang meninggal berapa. Mungkin kalau diekspos kita semua akan takut," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved