Breaking News:

Pertanian

Ada 3 Desa di Indonesia yang Menerapkan Sistem Pangan Berbasis Kearifan Lokal, Desa Mana Saja?

Ada tiga desa di Indonesia yang menerapkan sistem pangan berbasis kearifan lokal. Dimana saja desa-desa tersebut?

Dokumentasi GAIN
Semua orang bisa berperan penting dalam upaya perbaikan sistem pangan ini dan dapat menjadi pahlawan pangan agar perilaku untuk mengurangi susut makanan dapat menjadi kebiasaan dan berkelanjutan dalam pekerjaan dan kehidupan. Di Indonesia, ada 3 desa yang menerapkan sistem pangan dengan kearifan lokal. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Laporan Oxfam terkait pandemi Covid-19 dan kelaparan menunjukkan, pandemi telah memberi pukulan telak pada sektor pangan.

Data pangan dunia menunjukkan, jumlah orang yang menderita kelaparan akut meningkat menjadi 270 juta orang sebelum akhir tahun ini. Angka kelaparan ini meningkat dua kali lipat dari 2019.

Ironisnya, di antara kelompok rentan menderita kelaparan itu salah satunya adalah petani yang merupakan produsen pangan.

Baca juga: Menteri Pertanian: Petani adalah Pejuang Pangan, Pahlawan Ekonomi Bangsa

Baca juga: Omzet Petani Tanaman Hias Kabupaten Bogor Capai Rp300 Juta Selama Covid-19, Ekspor ke Mancanegara

Head of Program Management Oxfam Indonesia Siti Khoirun Nikmah mengatakan, pandemi Covid-19 ini memperparah kondisi itu karena petani tidak bisa menjual hasil panennya.

Sementara selama ini petani sangat bergantung pada penjualan hasil panennya.

"Petani kesulitan akses terhadap pangan berkualitas karena terjadi monetarisasi, semua dibayar dengan uang sehingga petani menjual hasil pertanian yang bagus ketimbang dimakan," kata Siti Khoirun Nikmah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mencoba penggunaan mesin pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mencoba penggunaan mesin pertanian. (Dok. Humas Kementan)

Petani, lanjutnya, menjadi rentan terhadap akses pangan berkualitas.

Siti Khoirun Nikmah berbicara di acara 'Refoodmation' yang digelar Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Selasa (10/11/2020).

Menyikapi kondisi ini, katanya, salah satu rekomendasi yang dikeluarkan Oxfam adalah, membangun sistem pangan yang adil resilien (memiliki daya lenting), dan berkelanjutan.

Baca juga: Bahas Pertanian di Masa Depan, Tani Center IPB Gelar Webinar Merajut Kolaborasi Mengabdi Pertiwi

Baca juga: Mentan Syahrul Sudah Siapkan Strategi untuk Mengantisipasi Dampak La Nina pada Produksi Pertanian

Sistem pangan ini diharapkan mampu menjamin hak atas pangan bagi seluruh penduduk.

Halaman
123
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved