Breaking News:

Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Diminta Pisahkan SubRekening Efek Wana Artha

Ia menilai Kejaksaan Agung semestinya melakukan mitigasi atas proses hukum yang bisa berdampak pada orang lain yang tidak terkait.

Tribunnews.com
Suasana sidang vonis kasus korupsi Jiwasraya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Kejaksaan Agung diminta untuk menganalisis pembekuan rekening efek WanaArtha Life dan mengumumkan hasilnya ke publik terkait aliran dana Jiwasraya.

Menurut anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih, Kejaksaan Agung bisa menganalisis, aset mana yang perlu dibekukan, apakah subrekening efek nasabah Wana Artha masuk dalam bagian yang disita atau bukan.

“Dalam hal ini adalah hak-hak nasabah. Perlu ditelusuri proses transaksi nasabah yang sudah jatuh tempo, apakah ada rekening yang di blok atau tidak. Kalau rekening (efek) milik perusahaan asuransi yang digunakan untuk mentransfer ke nasabah diblok, memang jadi korban nasabah,” ujar Alamsyah kepada wartawan di Jakarta, Senin malam.

Ia menilai Kejaksaan Agung semestinya melakukan mitigasi atas proses hukum yang bisa berdampak pada orang lain yang tidak terkait.

Sehingga aset-aset yang terkait proses hukum bisa dipisahkan dari aset lain yang tidak terkait.

“Kejaksaan mungkin ada cara untuk reserve ini dulu. Temuan duit itu kan ditaruh di institusi yang sama dari berbagai perusahaan asuransi. Ini yang dari dulu saya selalu bilang jangan dianggap enggak sistemik,” ujar Alamsyah.

Ia berharap Kejaksaan Agung membuat kerangka mitigasi terhadap kasus yang berdampak pada orang banyak seperti ini.

Baca juga: VIDEO Melihat Penerapan Protokol Kesehatan Penerbangan di Bandara Soetta dan Kabin Garuda Indonesia

Baca juga: Jelang Kepulangan Habib Rizieq, Jalan Tol Arah Bandara Soekarno Hatta Macet Total 7 Km

Baca juga: Betrand Peto Disebut Anak Pungut, Ruben Onsu Siap Melaporkan 20 Akun Media Sosial ke Polisi

Ia menilai analisis oleh Kejaksaan Agung itu nantinya juga perlu disampaikan ke publik. Jangan sampai industri asuransi jadi punya alasan untuk tidak menyelesaikan kewajiban nya.

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengatakan saat ini kasus Jiwasraya dengan terdakwa Benny Tjokro sudah ada putusan hakim meski baru di tingkat pertama.

“Aspek putusan itu kan sudah jalan juga perencanaan untuk pelaksanaan putusan itu. Kalau sudah putusan tentu yang bisa membatalkan putusan itu upaya hukum (banding). Namun kalau ada laporan menyangkut kode etik atau lain-lain menjadi ranah Komjak. Jadi, menyangkut uang nasabah itu, kan putusan pengadilannya bilang seperti itu. makanya, kita minta mereka gugat secara hukum saja,” tuturnya seperti dikutip dari Antaranews.com.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved