Pilpres AS

Kemenangan Joe Biden Bikin Rupiah Makin Menguat Rp 14.048 Per Dollar AS Senin 9 November

Terpilihnya Joe Biden membawa angin segar bagi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah yang semakin menguat

thinkstockphotos
Ilustrasi -- kemenangan Joe Biden membawa angin segar bagi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, Senin 9 November 2020 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dengan menangnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika menggantikan Donald Trump hal itu berpengaruh pada nilai tukar dollar AS

Mengutip Bloomberg, pada pukul 11.40 WIB, rupiah berada di level Rp 14.084 per dolar AS.

Rupiah terus menguat di pasar spot pada Senin 9 November 2020

Rupiah artinya menguat 0,89% dari penutupan pada akhir pekan lalu yang ada di level Rp 14.210 per dolar AS.

Baca juga: BPS Catat Nilai Ekspor di DKI Bulan Maret 2020 826 Juta Dollar AS dan Impor 4 Miliar Dollar AS

Baca juga: Janji-janji Presiden AS Joe Biden, Salah Satunya Melegalkan Ganja Hingga Melindungi Kaum LGBT

Para analis dan ekonom sendiri memproyeksikan dalam jangka pendek rupiah akan lanjut menguat setelah Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Namun, dalam jangka panjang dolar AS berpotensi kembali menguat siapapun presidennya.

Kini Biden sudah dapat dipastikan akan melenggang ke Gedung Putih. Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan, kepastian kemenangan Biden dalam pemilu AS membuat rupiah cenderung melanjutkan penguatannya.

Dalam jangka pendek, ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memproyeksikan, rupiah bisa stabil menguat meski penguatan tidak akan lagi signifikan.

Baca juga: Uang Ratusan Juta Rupiah Akan Dibagikan Jelang Pemutaran Film Satria Dewa Gatotkaca, Ini Caranya

Rupiah juga bisa tersokong menguat meski cadangan devisa Indonesia periode Oktober kembali menurun 1,5 miliar dollar AS secara bulanan menjadi 133,7 miliar dollar AS.

"Rupiah masih aman meski cadangan devisa menurun," kata David, Jumat (6/11). 

Di satu sisi pergerakan rupiah masih bisa terjaga dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang penurunannya tidak lagi dalam di kuartal III-2020 seperti di kuartal sebelumnya.  

Namun, Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, dalam jangka pendek berpotensi terjadi bargain hunting. Pelaku pasar bisa saja kembali mengoleksi dollar AS karena sudah turun dalam.

Ditambah lagi pelaku pasar bisa khawatir pegang rupiah karena data cadangan devisa menurun dan Indonesia resmi resesi.

Kurs dollar AS 

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved