Breaking News:

Pilkada Tangsel

Polres Tangsel Belum Tindaklanjuti Kasus Intimidasi yang Dialami Timses Benyamin Davnie

Pihak Polres Tangsel masih mendalami kasus intimidasi yang dialami Muhamad Yusuf, tim sukses (timses) Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat memberi pelatihan sablon kepada 54 pemuda Kota Tangsel di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Pihak Polres Tangerang Selatan (Tangsel) masih mendalami kasus intimidasi yang dialami Muhamad Yusuf, tim sukses (timses) Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, mengatakan pendalaman kasus tersebut dilakukan guna mendapati bukti-bukti secara komprehensif. 

Sebab, Angga mengaku hingga saat ini tim kuasa hukum pasangan calon Ben-Pilar bukan melayangkan laporan polisi melainkan permohonan bantuan hukum kepada Polres Tangsel. 

Tiga bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2020).
Tiga bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2020). (Wartakotalive/Nur Ichsan)

"Itu bukan laporan, itu permohonan bantuan hukum. Jadi bukan laporan dia ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) untuk permohonan bantuan hukum," kata Angga saat dikonfirmasi, Tangsel, Sabtu (7/11/2020).

Angga menuturkan guna mendalami kasus tersebut pihaknya telah memanggil beberapa saksi maupun pelapor. 

Menurutnya, proses pengumpulan data dari saksi dan pelapor akan terus dilakukan pihaknya guna mendapati bukti secara komprehensif dari kasus intimidasi tersebut. 

"Itu sudah kita panggil untuk klarifikasi terhadap yang memohon bantuan hukum jadi masih proses lidik. Nanti kita panggil di minggu depan ini untuk kita klarifikasi," jelasnya. 

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan pada acara Pemaparan Visi-Misi Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangsel.
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan pada acara Pemaparan Visi-Misi Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

Diwartakan sebelumnya, tim kuasa hukum Ben-Pilar resmi melaporkan aksi intimidasi yang dialami seorang anggota tim suksesnya saat sedang memasang alat peraga kampanye di kawasan Jalan Dr Setiabudi, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Kuasa hukum Tim Pemenangan Ben-Pilar, Imam Fachrudin, mengatakan laporan itu resmi dilayangkan pihaknya kepada Polres Kota Tangsel. 

Menurutnya, aksi yang dialami seorang tim suksesnya (timses) itu telah memiliki unsur pidana sesuai dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. 

"Itu kan bentuk intimidasi ya. Intimidasi kan dalam Pilkada itu menurut saya buruk itu. Jadi budaya yang buruk melakukan intimidasi terhadap tugas-tugas Pilkada," ujarnya.

Calon Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie (Tengah) saat berkampanye di kawasan Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangsel pada Senin (28/9/2020).
Calon Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie (Tengah) saat berkampanye di kawasan Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangsel pada Senin (28/9/2020). (Warta Kota)

"Ini kan tugas-tugas Pilkada yang memang melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana masyarakat bisa cerdas untuk memilih calon siapa," kata Imam. 

Usai laporan tersebut diterima, kata Imam, pihak kepolisian bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Menurutnya, dalam proses penyelidikan itu pihaknya bakal menyertakan sejumlah saksi di lapangan maupun butki terkait aksi intimidasi tersebut. 

Direktur eksekutif KPN Adib Miftahul dalam diskusi politik bertajuk 'Pertarungan Para Dinasti, Siapa Laku?' di kawasan Serpong, Tangsel pada Rabu (5/8/2020).
Direktur eksekutif KPN Adib Miftahul dalam diskusi politik bertajuk 'Pertarungan Para Dinasti, Siapa Laku?' di kawasan Serpong, Tangsel pada Rabu (5/8/2020). (Warta Kota)

"Nanti akan ada saksi-saksi nya. Mungkin beberapa termasuk (petugas lain-red) yang ada ditempat kejadian itu. Karena kita akan melakukan olah TKP juga," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved